comscore

PKB di Bawah Gus Ami Dinilai Semakin Solid

Juven Martua Sitompul - 19 April 2021 15:32 WIB
PKB di Bawah Gus Ami Dinilai Semakin Solid
Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Jakarta: Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, menilai ada beberapa hal yang menunjukkan tren Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Gus Ami) semakin positif. Pertama, dari segi perolehan suara sejak Pemilu 2014, posisi PKB semakin diperhitungkan.

"Suaranya PKB naik signifikan dibanding sebelumnya saat didera konflik," kata Zaki kepada wartawan, Senin, 19 April 2021.
Zaki mengatakan tren positif ini terlihat kembali dalam survei terbaru Charta Politica beberapa waktu lalu. PKB berada di tiga besar.

“Perkembangan ini tidak boleh membawa PKB terlena karena situasi berjalan sangat dinamis. Mudah terjadi perubahan," ujarnya.

Baca: Wacana Poros Islam Dinilai Baru Sebatas Obrolan Warung Kopi

Kedua, kata Zaki, selama periode kepemimpinan Muhaimin Iskandar, PKB semakin solid. Muhaimin dinilai mampu mengelola PKB lebih dinamis.

Zaki mengatakan beberapa potensi konflik bisa diatasi Muhaimin Iskandar. Konflik tidak meruncing dan berdampak serius.

“Memang tidak semua pihak terpuaskan, tapi hal ini tentunya wajar, fenomena yang terjadi di semua parpol," ucap dia.

Ketiga, tren positif PKB tidak bisa dipisahkan dari strategi dan kepemimpinan Muhaimin Iskandar yang lebih kreatif. Hal tersebut, kata dia, jika dibandingkan ketua umum parpol lainnya. 

"Pada pemilu 2014 ia menggandeng musisi Ahmad Dhani dan Bang Haji Rhoma Irama misalnya yang ternyata dampak elektoralnya luar biasa. Ia juga cukup berhasil dalam menjaga hubungan baik dengan NU, dengan para kiai dan santri sekaligus pintar merangkul kaum milenial yang jumlahnya sangat besar," kata dia.

Keempat, PKB sejauh ini dinilai berhasil dalam positioning diri sebagai kekuatan religius yang nasionalis. Termasuk, mengintegrasikan wawasan keagamaan dan kebangsaan, dan sebagai pengusung moderatisme beragama.

“Berada di titik spektrum tengah. Jika mampu dijaga secara konsisten, hal ini akan menjadi poin positif bagi PKB ke depannya yang membedakan dengan parpol lainnya," katanya.

Terkait dengan wacana muktamar luar biasa (MLB) PKB, Zaki berharap ada rekonsiliasi yang melibatkan pihak-pihak terkait. Menurut Zaki, semua persoalan harus didiskusikan dan dibicarakan bersama. 

Dia percaya PKB sebagai partai yang terbuka, inklusif, mampu mengatasi perbedaan-perbedaan pandangan yang ada. "Sayang sekali jika PKB kembali didera konflik dan terpecah belah seperti era sebelumnya. Menurut saya KLB sama sekali bukan solusi, justru bisa-bisa membuat partai kaum Nahdliyin ini terpuruk. Yang terbaik adalah membangun dialog dan bersama-sama bersinergi membesarkan PKB," kata dia.

Menurut dia, prinsipnya adalah demokrasi yang sehat dan kuat sangat dipengaruhi oleh dinamika kepartaian yang sehat. Dia berpendapat jika peran dan fungsi parpol lemah atau dilemahkan akan membawa kerugian besar bagi stabilitas politik dan demokrasi, termasuk kerugian dalam kehidupan bernegara. 

Dia menjelaskan salah satu fungsi pemerintah adalah menjaga dinamika kepartaian tetap kondusif. Alhasil, kata dia, pemerintah jangan sampai terlibat dalam intervensi-intervensi terhadap urusan internal parpol. 

"Pemerintah juga dituntut bersikap tegas menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaannya menganggu partai-partai politik. Biarkan parpol menjadi mandiri dan tumbuh berkembang dengan sehat," tegasnya.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id