Pemuda Muhammadiyah Didorong Terlibat Memajukan Indonesia

    Anggi Tondi Martaon - 02 Mei 2021 20:20 WIB
    Pemuda Muhammadiyah Didorong Terlibat Memajukan Indonesia
    Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Muhammadiyah/Istimewa.



    Jakarta: Pemuda Muhammadiyah didorong terlibat memastikan masa depan Indonesia. Generasi milenial sebagai bagian dari Pemuda Muhammadiyah, harus menjadi bibit negarawan yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

    "Apa yang akan kita perjuangkan bagi peradaban, menciptakan sejarah kemajuan bagi kepemimpinan Indonesia untuk dunia? Mari keluarkan gagasan terbaik kita," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto saat menjadi pembicara di Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Muhammadiyah, Minggu, 2 Mei 2021.






    Menurut dia, Pemuda Muhammadiyah sama seperti organisasi lain yang memiliki legitimasi historis dan ideologis. Sehingga, punya tanggung jawab memajukan bangsa.

    Pemuda Muhammadiyah, kata dia, harus memiliki kekuatan ideologis dan moralitas yang baik. Pancasila dan semangat Islam harus menjadi tumpuan.

    Selain itu, organisasi tersebut harus menguasai sains dan teknologi. Sebab, tak ada bangsa yang besar tanpa riset serta inovasi.

    "Ketiga, kader Pemuda Muhammadiyah harus memiliki kemampuan organisasi yang, beserta kemampuan leadership yabg handal dan juga mampu berkomunikasi yang baik," kata Hasto.

    Selanjutnya, terkait cara pandang. Bagaimana perspektif seluruh komponen Pemuda Muhammadiyah mendorong kemajuan bangsa di dunia.

    "Jadi Pemuda Muhammadiyah tak hanya bicara soal kira-kira 2024 di posisi politik apa," kata Hasto. 

    Sekjen PAN Eddy Soeparno mendorong Pemuda Muhammadiyah menjadi penghubung generasi milenial dengan generasi Z. Khususnya, terkait pemahaman politik sehingga pemuda tak apatis.

    Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto, mengatakan pihaknya serius menyiapkan calon pemimpin bangsa ke depan. Khususnya, yang memiliki kualitas negarawan.

    "Tantangan kita, melahirkan pemuda negarawan. Yang kita usahakan ke depan, kemungkinan adanya sekolah negarawan yang memupuk Pemuda Muhammadiyah yang tak ahistoris dengan sejarah perjuangan negara, dan juga tak melepaskan empati terhadap warga," kata dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id