NasDem Tegas Menolak Kenaikan Pajak Sembako dan Sekolah

    Candra Yuri Nuralam - 13 Juni 2021 17:46 WIB
    NasDem Tegas Menolak Kenaikan Pajak Sembako dan Sekolah
    Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai NasDem Ahmad M Ali. Istimewa



    Jakarta: Partai NasDem menolak rencana pemerintah yang ingin mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako dan sekolah. NasDem bakal menentang habis-habisan jika rencana itu terus berlanjut di DPR.

    "NasDem menentang rencana menaikkan tarif pajak itu. Kami akan solid memperjuangkan penolakan jika rencana yang berbahaya itu benar-benar diusulkan ke DPR. Kami tegaskan ini sejak awal," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali melalui keterangan tertulis, Minggu, 13 Juni 2021.

     



    Ali meminta pemerintah mengkaji sumber pendapatan negara untuk membiayai APBN ketimbang menaikkan pajak sembako dan sekolah. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diminta cari jalan lain agar masyarakat tidak tercekik membayar pajak untuk sembako dan sekolah.

    Kemenkeu disarankan memacu produksi nasional ketimbang menaikkan pajak sekolah dan sembako. Ali juga meminta neraca perdagangan luar negeri digenjot untuk menghasilkan surplus. Dengan itu, kata dia, pajak sekolah dan sembako tidak perlu dinaikkan.

    "Jangan seolah-oleh soal pendapatan negara ini adalah champion-nya Kemenkeu sendiri. Jadi yang dipikirkan hanya menaikkan tarif pajak. Duduk dan kerja samalah dengan kementerian lain sehingga bisa juga meraup pendapatan dari upaya mendorong surplus perdagangan luar negeri dan usaha lainnya," ujar Ali.

    Baca: Ahmad Muzani: Rencana Penerapan Pajak Sembako dan Pendidikan Sebaiknya Dicabut

    Ali menyarankan pemerintah lebih galak menagih pajak jika negara kekurangan uang. Pemerintah disarankan mencari cara agar orang bayar pajak ketimbang menaikkan pajak.

    "Perbaikan regulasi itu untuk menaikkan kepatuhan dan kemudahan menunaikan pajak. Sangat tidak bijak menaikkan tarif pajak di saat masyarakat sedang berjuang keras untuk mempertahankan sumber dan nilai pendapatannya. Nilai pendapatan yang berkurang karena naiknya tarif pajak justru akan mengurangi belanja masyarakat," ucap Ali.

    Kemenkeu juga diminta berfikir lebih strategis dan kreatif untuk menstabilkan pendapatan negara. Masyarakat yang ingin membeli sembako dan membayar sekolah diharap tidak jadi jalan satu-satunya untuk menggenjot duit negara.

    "Jangan malah menaikkan tarif pajak yang membebani masyarakat banyak, yang justru menjadi basis dukungan bagi pemerintah," kata Ali.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id