Isu Top Nasional, dari Korona Hingga Aborsi

    Githa Farahdina - 15 Februari 2020 12:55 WIB
    Isu Top Nasional, dari Korona Hingga Aborsi
    Ilustrasi/AFP/Siti Yona/MI/Istimewa
    Jakarta: Heboh virus korona (Covid-19) masih mewarnai pemberitaan media sepekan terakhir. Jumlah kematian per Sabtu, 15 Februari 2020, melampaui angka 1.500. Sedangkan kasus baru Covid-19 di hari yang sama mencapai 2.641, sebagian besar terjadi di Hubei, Tiongkok.

    Di sisi lain, Formula E juga masih menjadi buah bibir. Mulai pelaksanaan tak berizin hingga tudingan manipulasi surat yang dikirimkan ke Kementerian Sekretariat Negara.

    Perbincangan hangat juga terjadi ketika pemerintah membahas rencana pemulangan ratusan warga negara Indonesia eks ISIS. Belakangan, pemerintah mengambil langkah tegas tak memulangkan mereka, namun mempertimbangkan mengangkut anak-anak di bawah 10 tahun kembali ke Tanah Air. 

    Perdebatan soal ini masih panjang. Terpenting, publik bisa menarik napas lega karena mereka yang bergabung dengan kelompok teroris itu dinyatakan stateless. Artinya, negara tak berkewajiban mengurusi mereka.

    Kasus dengan 'tokoh utama' manusia juga membuat heboh, Jumat, 14 Februari 2020. Polisi mengungkap praktik aborsi ilegal di kawasan Jakarta Pusat. Klinik ilegal yang digawangi residivis untuk kasus serupa ini meraup keuntungan Rp5 miliar. Setidaknya, pasien terdaftar mencapai 1.600-an. Sedangkan 930 pasien telah ditindak.

    Berikut empat kasus paling menarik perhatian sepekan ini:

    1. Teror Korona

    Kasus yang bermula dari Wuhan, Tiongkok, ini menyedot perhatian dunia. Bicara soal Tanah Air, 238 warga negara Indonesia terpaksa diobservasi 14 hari setelah dievakuasi dari Negeri Tirai Bambu. Mereka ditempatkan di Pangkalan Militer Natuna per Minggu, 2 Februari 2020.

    Pemulangan dan keputusan 'menitipkan' WNI dari Wuhan juga diwarnai drama. Penolakan masyarakat sempat muncul karena khawatir ikut terpapar. Tapi, semua akhirnya berjalan lancar dan ratusan WNI itu menyelesaikan masa observasi dengan status sehat.

    Isu Top Nasional, dari Korona Hingga Aborsi
    WNI yang diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau/Antara/Muhammad Adimaja

    Mereka diterbangkan ke Jakarta, Sabtu sore, 15 Februari 2020. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal langsung melepas WNI menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Selengkapnya baca di sini.


     

    2. Kisruh Formula E

    Perhelatan akbar balapan kendaraan listrik juga menyita perhatian publik. Polemik bermula ketika Pemprov DKI ternyata tak mengantongi izin Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

    Beberapa hari setelahnya, surat persetujuan acara itu digelar di Monumen Nasional (Monas) beredar dan terklarifikasi. Formula E boleh dilaksanakan di kawasan ikon Ibu Kota.

    Sayangnya, jelang akhir pekan, Gubernur DKI Anies Baswedan dituding memanipulasi surat balasan kepada Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka. Salah satu bagian surat, terkait rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Formula E tak sesuai kenyataan. TACB ternyata tak pernah merekomendasikan, terlebih mengizinkan acara yang menelan biaya hingga Rp1,16 triliun itu.

    Isu Top Nasional, dari Korona Hingga Aborsi
    Desain sementara sirkuit Formula E di Monas, Jakarta/Istimewa

    Belakangan, Sekda DKI Saefullah semacam pasang badan. Ia menyebut Gubernur Anies capek dan hanya menandatangani. Surat yang menjadi polemik itu diklaim salah ketik.

    Kekeliruan pada naskah itu segera diperbaiki. Pemprov DKI bakal mengirim surat lagi kepada Kementerian Sekretariat Negara.

    Selengkapnya baca di sini.


     

    3. Foreign Terrorist Fighters (FTF) Bikin Gelisah

    Isu lain yang juga bikin geger ialah rencana pemulangan WNI eks ISIS (sekarang disebut FTF). Kisruh bermula ketika Menteri Agama Fachrul Razi melempar pernyataan akan memulangkan 600 WNI eks kombatan ISIS.

    Membayangkannya saja sudah ngeri. Kira-kira begitu pandangan kembanyakan orang.

    Program deradikalisasi yang selama ini berjalan saja tak ketahuan hasilnya. Apalagi menambah ratusan eks kombatan ISIS di negeri ini.

    Isu Top Nasional, dari Korona Hingga Aborsi
    Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS/AFP

    Kontroversi muncul. Namun, pada akhirnya, pemerintah tegas menyatakan tak akan memulangkan TFT. Langkah antisipasi pun disiapkan bila mereka ternyata dideportasi dan curi-curi pulang ke Tanah Air lewat jalur tikus.

    Wajar. Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan mereka stateless karena bergabung dengan organisasi terorisme. Kondisi itu memenuhi kategori masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin Presiden. Ini seusai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

    Selengkapnya di sini.


     

    4. Pengungkapan Praktik Aborsi Ilegal

    Praktik aborsi ilegal dengan keuntungan mencapai Rp5,5 miliar terungkap. Tarif klinik di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat, itu bervariasi hingga Rp15 juta, tergantung usia janin. Pasien juga dikenakan biaya administrasi Rp300 ribu.

    Klinik ini beroperasi sejak 2018. Polisi mencatat, hingga terungkap pada 10 Februari 2020, klinik ini memiliki 1.632 pendaftar. Sedangkan 903 di antaranya telah melakukan aborsi.

    Isu Top Nasional, dari Korona Hingga Aborsi
    Tersangka kasus aborsi ilegal/Medcom.id/Siti Yona Hukmana

    Parahnya, klinik dikelola residivis untuk kasus yang sama. MM, pemilik klinik, pernah ditindak Polres Bekasi terkait kasus pengadopsian anak. Ia divonis 3,5 bulan. Ia juga pernah tersangkut kasus aborsi pada 2016 dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

    RM, orang yang membantu MM, juga pernah dipenjara dua tahun pada 2016. RM berprofesi bidan dan membantu mempromosikan klinik aborsi melalui website. Begitu pula SI, yang kini juga menyandang status tersangka bersama MM dan RM.

    Selengkapnya di sini.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id