Pemerintah Dinilai Mulai Kelelahan Menangani Virus Korona

    Anggi Tondi Martaon - 14 Mei 2020 18:48 WIB
    Pemerintah Dinilai Mulai Kelelahan Menangani Virus Korona
    Ilustrasi PSBB. Medcom.id
    Jakarta: Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas menilai pemerintah mulai kelelahan menangani pandemi virus korona (covid-19). Hal itu terlihat dari pengawasan mobilisasi orang antardaerah mulai kendur.

    "Banyak orang yang sekarang melaporkan mereka sekarang lebih leluasa bolak-balik Bandung-Jakarta tanpa ada yang menghambat atau memeriksa atau menyetop di jalan tol," kata Sirojuddin dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh News Research Center (NRC) di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.

    Dia menuturkan kelelahan tidak hanya terlihat pada aspek teknis, tapi juga pada implikasi ekonomi. Salah satunya, mengizinkan kelompok pekerja di bawah 45 tahun beraktivitas di luar rumah selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ini dilakukan agar roda perekonomian bangsa tetap bergerak di tengah pandemi virus korona.

    Dia mengakui beban pemerintah sangat besar bila PSBB diterapkan. Pemerintah harus menjamin kebutuhan masyarakat yang terdampak virus korona dan memutar otak memberikan stimulus agar ekonomi tidak hancur.

    (Baca: Jokowi Sentil Rencana Pelonggaran PSBB)

    "Pemerintah saat ini sudah mulai menimbang bahwa manfaat yang mungkin didapatkan PSBB dalam menjaga penyebaran bisa jadi dalam jangka panjang lebih kecil nilainya dibandingkan keuntungan kalau mulai memendekan waktu PSBB misalnya secara ekonomi," papar dia.

    Sirojuddin tak heran pemerintah mulai melonggarkan PSBB. Namun, masyarakat harus ikut  mengubah gaya hidup dengan kehidupan normal gaya baru.

    "Itu artinya kita harus bisa beradaptasi dengan situasi dalam ancaman pandemi, kita juga harus sadar aspek lain tidak bisa diabaikan lebih lama lagi," kata dia.

    Namun, Indonesia tidak sendirian. Negara lain juga mengalami hal serupa karena ketahanan ekonomi mulai lemah menghadapi pandemi korona.

    "Daya tahan ekonomi beberapa negara meng-handle implikasi opportunity, menahan pengangguran yang bertambah besar dan seterusnya," ujar dia.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id