Gaya Kepemimpinan Jokowi Bergeser ke Struktural

    Fachri Audhia Hafiez - 26 Juli 2019 06:47 WIB
    Gaya Kepemimpinan Jokowi Bergeser ke Struktural
    Presiden Joko Widodo . Foto: Antara/Wahyu Putro.
    Jakarta: Gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai telah membangun sebuah sistem pemerintahan yang struktural. Jokowi kini tak lagi bergaya kultural dalam memimpin pemerintahannya.

    "Kalau saya lihat pak Jokowi sudah bergeser dari kultural ke struktural," kata Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Usman Kansong di Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juli 2019.

    Untuk sekarang, kata Usman, sosok pemimpin yang struktural sangat dibutuhkan guna kemajuan bangsa. Ini tercermin dari sebuah buku karangan Acemoglu dan Robinson berjudul Why Nation Fail.

    Dalam buku itu disebutkan jika negara-negara maju seperti Kota Nogales di Meksiko menetapkan pendekatan yang sama. Kota itu dianggap sebagai bukti nyata dalam perbedaan menjalankan suatu kebijakan.

    "Contoh yang bagus itu adalah di kota Nogales. Satu masuk bagian Amerika, satu lagi Meksiko, tapi Meksiko miskin sekali. Padahal mereka kultur sama budaya sama bahasa sama, karena di Amerika dia lebih maju daripada Meksiko yang mengandalkan kultur," ucap Usman.

    (Baca: Jokowi Perlu Tinggalkan Warisan Fundamental)

    Usman belum bisa menebak arah pendekatan yang dilakukan Jokowi untuk periode berikutnya. Ia berharap, kedua pendekatan itu tetap ditonjolkan.

    "Jadi sekarang pak Jokwoi kedepan mau pendekatan apa, tentu dua-duanya. Tapi akan cenderung seperti apa belum tahu," ujar Usman.

    Ia juga turut mencontohkan kesuksesan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam membenahi perkeretaapian Indonesia saat masih menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Persero. Kemudian mengenai pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Usman bilang, keduanya sebagai contoh penanganan secara struktural.

    "Jonan kereta api, struktur jadi penting. HTI dibubarkan dengan pendekatan struktural. bukan pendekatan kultural," pungkas Usman.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id