comscore

Jokowi Didorong Bersikap Tegas Soal Konflik Rusia-Ukraina

Achmad Zulfikar Fazli - 26 Juni 2022 15:35 WIB
Jokowi Didorong Bersikap Tegas Soal Konflik Rusia-Ukraina
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Saddam Al Jihad (kanan). Dok. Istimewa
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) didorong bersikap tegas terkait konflik Rusia-Ukraina. Hal tersebut disampaikan Saddam menanggapi rencana kunjungan Jokowi ke Rusia-Ukraina pada akhir bulan ini.

"Kita harapkan Pak Presiden Jokowi agar lebih sensitif terhadap perang Rusia-Ukraina. Hemat kami konflik Rusia-Ukraina ini kian keruh lantaran adanya intervensi US dan NATO," kata Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Saddam Al Jihad, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat, 24 Juni 2022.
Menurut Saddam, Rusia dan Ukraina sejatinya dua negara bersaudara. Hubungan persaudaraan itu, kata dia, rusak ketika muncul intervensi dari Amerika Serikat (AS) dan NATO di kawasan itu.

"Untuk itu, kami meminta kepada Ukraina agar jangan mendengarkan bisikan ataupun ajakan NATO yang menyesatkan. Ingat, Ukraina dan Rusia itu dulunya satu dalam Uni Soviet. Sejarah persaudaraan ini jangan sampai dikaburkan," ujar Saddam.

Saddam berharap Jokowi dapat memberikan kontribusi penting dalam lawatannya ke Rusia dan Ukraina. "Kendati begitu, kita juga berharap agar Indonesia tetap menjaga netralitas dalam mendorong resolusi konflik di kedua negara yang sedang bertikai untuk mewujudkan perdamaian,” ujar dia.

Saddam mengatakan keberpihakan AS dan NATO melalui bantuan senjata kepada Ukraina justru akan makin memperkeruh situasi, alih-alih menciptakan suasana perdamaian.

"Kita juga harapkan agar US dan NATO menghormati hak Rusia dalam menjaga kedaulatannya. Karena berdasarkan informasi, AS sedang mengembangkan biological weapon di Ukraina dan ini pasti menjadi ancaman serius bagi kedaulatan Rusia,” ujar dia.
 
Baca: Berkunjung ke Rusia dan Ukraina, Jokowi Diyakini Tak Pulang dengan Tangan Kosong

Presiden Joko Widodo direncanakan mengunjungi Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia, pada akhir Juni 2022. Lawatan Kepala Negara membawa misi kemanusiaan.

"Kunjungan ke kedua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang masih tidak normal. Situasi saat ini masih sangat kompleks," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu, 22 Juni 2022.

Namun, kata dia, Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi dalam meredakan krisis. Presiden Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang melakukan kunjungan ke kedua negara tersebut di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id