comscore

Gus Choi: Tren Politik Islam Naik, Pemilih Tak Otomatis Coblos Parpol Islam

Anggi Tondi Martaon - 04 Juli 2022 01:14 WIB
Gus Choi: Tren Politik Islam Naik, Pemilih Tak Otomatis Coblos Parpol Islam
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Ketua DPP Partai Nasdem, A Effendi Choirie (Gus Choi) memprediksi tren politik Islam akan terus naik pada Pemilu 2024. Namun, hal itu tidak secara otomatis memilih membuat suara partai Islam.

Hal itu disampaikan Gus Choi diskusi politik Forum Komunikasi-Generasi Muda NU (FK-GMNU). Adapun tema diskusi tersebut yaitu bertema Partai Politik Nasional-Agamis dalam Perubahan Politik Indonesia 2024.
"Tentu pemilih akan lebih mencari sosok atau figur yang memiliki latar belakang Islam yang kuat dulu, baru kemudian memilih yang lain," kata Gus Choi melalui keterangan tertulis, Minggu, 3 Juli 2022.

Dia memprediksi suara parpol Islam tak akan naik signifikan. Sebab, parpol Islam belum pernah mengungguli parpol nasionalis.

"Jumlah kursi di DPR tetap didominasi partai nasionalis," ungkap dia.

Lebih jauh, Gus Choi menyampaikan ada beberapa penyebab tren politik Islam meningkat. Hal itu juga karena ada pengaruh dari luar Indonesia.

"Fenomena tren politik Islam menguat juga karena faktor pengaruh global. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menjadi inspirasi yang penting bagi dunia islam," ungkap dia.
 

Baca: Hadapi Pemilu 2024, NasDem Mulai Menyusun Platform dengan PKS dan Demokrat


Mantan Sekjen IKA PMII itu menjelaskan sosok Erdogan saat ini memimpin negara Turki sekuler yang berpenduduk mayoritas muslim. Turki disebut tengah mengarah menjadi negara nasionalis Turki dengan semangat keIslaman.

"Yang terjadi di Indonesia juga demikian. Indikasi politik Islam menguat ditandai dengan semakin banyaknya sekolah-sekolah Islam modern, alias boarding-boarding School. Mereka bukan hanya meningkatkan pemahaman ke-Islaman tapi juga kesadaran politik,"ungkap dia.

Gus Choi berharap fenomena ini membuat umat Islam mendambakan hadirnya figur yang mencerminkan sosok takwa terhadap agama.

"Tentu saja pemimpin yang ada di legislatif, yudikatif dan eksekutif yang memiliki dimensi ke Islam dan kebangsaan yang kuat, sesuai dengan 4 Pilar kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945," ujar dia.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id