Jokowi Instruksikan Seluruh Guru Harus Divaksinasi Bila Ingin Gelar PTM

    Nur Azizah - 07 Juni 2021 14:53 WIB
    Jokowi Instruksikan Seluruh Guru Harus Divaksinasi Bila Ingin Gelar PTM
    Ilustrasi uji coba PTM di Jakarta. Medcom.id/Yurike Budiman



    Jakarta: Presiden Joko Widodo mengizinkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Syaratnya, seluruh guru mesti sudah melaksanakan vaksinasi covid-19.

    "Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstra hati-hati," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 7 Juni 2021.

     



    Tatap muka bakal digelar terbatas. Tahap awal, hanya 25 persen siswa yang diperbolehkan mengikuti PTM. Kegiatan tidak boleh lebih dari dua hari dalam seminggu.

    "Setiap hari maksimal hanya dua jam. Opsi menghadirkan anak ke sekolah tetap ditentukan oleh orang tua. Dan semua guru sudah harus selesai divaksinasi sebelum dimulai," ucap dia.

    Budi meminta seluruh kepala daerah memprioritaskan tenaga pendidik divaksinasi. Lanjut usia juga mesti masuk kelompok prioritas.

    "Vaksin sudah kita kirim ke daerah, prioritaskan guru dan lansia, guru harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan," ucap dia.

    (Baca: Guru Pasrah Diminta PTM di Tengah Pandemi, Meski Tanpa Vaksinasi)

    Sebelumnya, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah tidak memaksakan PTM terbatas digelar serentak pada tahun ajaran baru, Juli 2021. Hal ini lantaran laju vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan masih sangat rendah.

    Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, khawatir risiko sangat besar bila sekolah dipaksa dibuka serentak pertengahan Juli 2021. Sebab, angka covid-19 masih tinggi dan munculnya varian baru.

    Satriawan menyampaikan opsi memaksa membuka sekolah akan mengancam nyawa, keselamatan, dan masa depan siswa termasuk guru dan keluarganya. Bagi P2G, ada dua indikator mutlak sekolah bisa dimulai tatap muka di awal Tahun Ajaran Baru Juli 2021.

    "Yaitu tuntasnya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, kemudian sekolah sudah memenuhi semua Daftar Periksa kesiapan sekolah tatap muka, yang berisi 11 item, dan dua hal ini tidak bisa ditawar-tawar" ungkap Satriwan, Jumat, 4 Juni 2021

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id