Fahri Hamzah, Si Raja Cuit yang Lunglai di Youtube

    Surya Perkasa - 08 Juni 2020 12:31 WIB
    Fahri Hamzah, Si Raja Cuit yang Lunglai di Youtube
    Fahri Hamzah. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Fahri Hamzah di dunia politik identik dengan kritik pedas dan omongannya yang lugas. Gaya sederhana tapi menggelitik nalar kerap tecermin di unggahan sejumlah media sosial mantan wakil ketua DPR bidang kesejahteraan rakyat periode 2014-2019 tersebut.

    Fahri mengakui telah memanfaatkan "kekebalan" anggota dewan yang diberi konstitusi untuk mengkritisi pemerintah dan mengomentari beragam isu di masyarakat. Sebab, bisa saja orang tak berkomentar karena takut bermasalah dengan hukum.

    "Dalam 15 tahun terakhir, saya memanfaatkan betul menyampaikan pikiran alternatif dari apa yang berkembang di wilayah eksekutif," ujar Fahri dalam video YouTube miliknya yang berjudul Fahri Hamzah: Ngapain Saat Wabah.

    Fahri Hamzah tak lagi sering terlihat di media massa bakda Pemilu 2019. Apalagi setelah konflik internal di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang membuat Fahri tak lagi punya kendaraan politik.

    Di video yang sama, dia mengakui mencari kesibukan dan penghasilan lain karena tak lagi menerima "amplop coklat" dari negara. Dia pun lebih banyak aktif di berbagai akun media sosialnya.

    "Ini yang membuat saya jarang bertemu dengan wartawan," kata dia.

    Namun, ada jurang yang menganga antara popularitasnya di Twitter dengan di Youtube. Di masa pemilu, dia banyak mendulang suara lewat cuitnya di Twitter. Tapi, formula itu tak berhasil ketika di Youtube.

    Dia sudah rutin membuat video di Youtube sejak 2016, tapi hingga kini pengikutnya (subscribers) baru 100 ribuan. Bandingkan dengan Refly Harun, Helmy Yahya, atau Mardigu Wowiek Prasantyo yang muncul hanya hitungan bulan. Fahri justru kalah jauh. Faktor apa yang membuatnya tertinggal di Youtube? Simak penelusuran Medcom.id.

    Kicauan memancing

    Fahri tetap rutin mengeluarkan isi pikiran walau dia tak lagi jadi anggota dewan. Hanya, media berkicau Fahri pindah ke jagat maya via media sosial pribadinya.

    Dia kerap memanfaatkan Twitter untuk melontarkan pendapat atau menyampaikan informasi. Atau sekadar menyentil isu atau tokoh yang sedang hangat diperbincangkan.

    Fahri Hamzah bergabung di Twitter sejak Maret 2010. Berdasarkan laman analisis hypeauditor.com, follower (pengikut) akun milik Fahri Hamzah melejit jelang 2018.

    Sekitar 200 ribu akun follower menjadi sekitar 600 ribu follower di 2019. Akun @Fahrihamzah yang kini diberi nama #2020ArahBaru tersebut sudah diikuti 1,3 juta akun lain.

    Cuitan terakhir Fahri pada Minggu, 7 Juni 2020, mengomentari tentang kerusuhan di Amerika Serikat. Dia juga tak jarang mengeluarkan cuitan memancing pikir. Salah satunya risiko yang dihadapi pemerintahan yang gagal menangani covid-19.

    "Presiden harus bisa memakzulkan Corona...sebab kalau tidak nanti yang terjadi sebaliknya..setuju tidak?" tulis akunnya pada 6 Juni 2020.
     
    Sontak, cuitan tersebut langsung disukai ribuan, dikomanteri, dan diteruskan ribuan akun. Sebagian beranggapan Fahri mengkritisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Tak selang berapa lama dia mengunggah cuitan baru.

    "Kebanyakan presiden yang aku maksud itu sebenarnya Paman Donald (Presiden AS Donald Trump)," tulis dia.

    Banyak cuitan kritis Fahri yang memancing komentar. Fahri pun sering membalas komentar di cuitannya. Atau sekadar ikut mengomentari cuitan tokoh publik lain yang ada di Twitter.

    Cuitan 'nakal' dan interaksi pribadi Fahri ini pun membuat akun Twitter lain kerap merespons unggahannya. Berdasarkan analisis data hypeauditor.com, cuitan Fahri rata-rata dikomentari 121 kali dan 4,5 ribu kali disukai.

    Mulai rajin muncul di video

    Fahri menjadi salah satu tokoh politik yang cukup lama melek media sosial. Selain lama terdaftar di Twitter, dia telah membuat akun YouTube sejak 25 September 2016.

    Dia kerap memanfaatkan kanal YouTube bernama Fahri Hamzah Official untuk mengomentari isu terkini. Kadang dia mengunggah video saat kunjungan atau berceramah.

    Fahri dalam setiap videonya kerap berbicara sendiri, sesekali berbincang dengan orang lain. Format video YouTube milik Fahri biasanya disunting sederhana.

    Subscriber (pelanggan) YouTube Fahri Hamzah tergolong tidak banyak. Baru 117 ribu pengikut. Fahri juga baru pertengahan Mei 2020 lalu diganjar Silver Play Button dari YouTube karena mampu mengundang 100 ribu subscriber.

    Dilihat dari daftar populer videonya, konten yang banyak diklik justru konten lama. Konten yang diunggah satu hingga dua tahun lalu. Atau bertepatan dengan momen pemilu yang saat itu popularitas Fahri memang sedang naik daun. 

    Wakil Ketua Umum Gelora Indonesia ini tak memiliki program rutin selayaknya YouTuber lain. Pengelolaan program dan playlist akun pribadi Fahri kebanyakan dibagi menjadi isu atau topik tertentu.

    Fahri baru rutin memproduksi video setelah kelar menjabat di parlemen pada 1 Oktober 2019. Hal ini terbukti dari jumlah unggahan yang baru menyentuh 582 video walau akun pribadi Fahri sudah mendekati usia 4 tahun. Kini kanal YouTube tersebut mengunggah video hampir setiap hari, minimal beberapa kali seminggu,

    Kanal YouTube mantan tim ahli MPR pascareformasi ini juga tak berbeda dengan akun Twitternya yang kerap berisi kritikan berbalut edukasi. Misalnya, video bertajuk Fahri Hamzah: Lagi Pandemi Menterinya Berantem Sendiri yang diunggah 7 Mei 2020.

    Fahri dalam video tersebut membahas penanganan wabah virus korona di Indonesia. Salah satu yang dibahas ialah perbedaan sistem pemerintahan di Nusantara yang berbeda dengan Amerika Serikat. Fahri menilai Seharusnya penanganan pagebluk di Indonesia lebih memanfaatkan otonomi desa.

    Fahri Hamzah, Si Raja Cuit yang Lunglai di Youtube

    Dia juga mengkritik keras menteri-menteri Jokowi yang tak segendang sepenarian. "Antara satu menteri dengan menteri lain beda keputusan," kata Fahri dalam video tersebut dengan nada tinggi.

    Video tersebut juga mengundang diskusi di kolom komentar. Setidaknya telah ada 303 komentar dengan beragam nada dituliskan akun lain. Komentar warganet di video lain juga hampir sama. Setiap video Fahri Hamzah rata-rata dikomentari 510 kali.

    Beberapa video berisi komentar blak-blakan Fahri. Dia bahkan tak malu-malu mengungkap konflik ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) dengan PKS.

    Lebih dari 500 video akun YouTube Fahri telah ditonton 8,85 juta kali dengan rata-rata 59,5 ribu kali ditonton per video.

    Video berjudul 'Keanehan Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS - Laporan Investigasi Dokter' paling banyak ditonton warganet. Video ini ditonton hampir 720 ribu kali dengan 5,7 ribu komentar.

    Namun, tak semua video Fahri berkomentar keras soal permasalahan yang sedang hangat. Di beberapa video, Fahri menunjukkan kemampuannya dalam bergitar atau olah suara.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id