Panja Jiwasraya akan Panggil Ulang Jampidsus

    Anggi Tondi Martaon - 13 Februari 2020 17:32 WIB
    Panja Jiwasraya akan Panggil Ulang Jampidsus
    Ketua Panja Pengawasan Penegakan Hukum Jiwasraya Herman Hery. Foto: Antara Hafidz/Mubarak
    Jakarta: Ketua Panitia Kerja (Panja) Penegakan Hukum Jiwasraya Herman Hery akan memanggil kembali Pelaksana harian (Plh) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Ali Mukartono. Pasalnya, materi rapat dengan Komisi III DPR hari ini tidak lengkap. 

    "Panja berencana untuk mengatur pekan depan memanggil lagi Jampidsus, karena tadi Jampidsus baru tiga hari menjabat Plh," kata Herman di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

    Tidak hanya Jampidsus, Panja juga memanggil pihak yang terkait kasus Jiwasraya. Politikus PDI Perjuangan itu merahasiakan pihak yang akan dipanggil nanti. 

    "Kalian tunggu saja 26 hari Selasa jam 3 sore, ada pihak yang kita panggil," ungkap dia.

    Panja Jiwasraya akan Panggil Ulang Jampidsus
    PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani

    Plh Jampidsus Ali Mukartono mengatakan, dalam pertemuan tertutup hari ini lebih banyak melaporkan perkembangan dan hasil pengungkapan kasus Jiwasraya.

    "Yang kita laporkan bahwa jumlah saksi sudah diperiksa sekian, ahli yang sudah sekian,  penelusuran aset sudah ketemu apa saja,  dan penetapan tersangka sudah berapa dan sebagainya. Sebatas itu," kata Ali.

    Kejagung belum bisa menjelaskan detail dan buka-bukaaan kepada Panja. Sebab, proses penyidikan masih berjalan.

    "Jadi kalau kita melaporkan keseluruhan ya nanti di persidangan,  nah ini sebatas pada tahapan penyidikan sampai hari kemarin," ujar dia.

    Panitia Kerja (Panja) Penegakan Hukum Jiwasraya hari ini memanggil Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Panja bentukan Komisi III DPR itu ingin mengetahui proses penyidikan dalam kasus korupsi di Jiwasraya.
     
    "Jadi rapat ini kita bikin tertutup supaya Jampidsus tidak ragu-ragu untuk membuka apa yang bisa dibuka," kata Ketua Panja Penegakan Hukum Jiwasraya Herman Hery saat dihubungi, Kamis, 13 Februari 2020.
     
    Politikus PDIP itu mengingatkan anggota Panja untuk tidak terlalu terbuka. Hal itu perlu dilakukan agar tidak mengganggu pengungkapan kasus yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung.

    "Bahwa hal yang masih rahasia penyidikan termasuk penelusuran aset untuk tidak dibuka. Kalau dibuka tidak ada jaminan atau meluas pada pihak yang menyembunyikan barang itu," ujar dia.





    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id