comscore

Kejagung Didorong Mengatur Larangan Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan Saat Sidang

Anggi Tondi Martaon - 18 Mei 2022 11:32 WIB
Kejagung Didorong Mengatur Larangan Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan Saat Sidang
Anggota Komisi III Nasir Djamil/MI/Susanto
Jakarta: Jakarta: Wacana peniadaan atribut keagamaan terdakwa saat persidangan didukung. Jaksa Agung ST Burhanuddin diminta segera menerbitkan regulasi terkait permintaan itu.

"Karenanya, segera diterbitkan peraturan Jaksa Agung soal larangan atribut keagamaan bagi terdakwa," kata anggota Komisi III Nasir Djamil saat dihubungi, Rabu, 18 Mei 2022.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu heran dengan para terdakwa yang menggunakan atribut agama saat persidangan. Langkah tersebut dinilai citra buruk bagi agama terkait.

"Tentu saja, atribut ini menyudutkan umat Islam," ungkap Nasir.

Dia menduga penggunaan atribut keagamaan tersebut untuk kepentingan tertentu. Seperti, upaya pencitraan dan terlihat sudah insaf dari pelanggaran hukum yang dilakukan. 

"Seolah-olah sudah bertobat dari kejahatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut," ujar dia.

Sebelumnya, Burhanuddin telah melarang anak buahnya memfasilitasi terdakwa dengan atribut keagamaan seperti baju koko dan peci. Hal tersebut dibeberkan dalam YouTube, supaya tindakan itu tak merusak citra agama tertentu.

Baca: Jaksa Agung Minta Terdakwa tak Pakai Atribut Keagamaan di Persidangan

Salah satu contoh yang mengenakan atribut keagamaan di ruang sidang adalah bekas jaksa Pinangki Sirna Malasari. Terdakwa kasus suap, tindak pidana pencucian uang, dan permufkatan jahat terkait buronan kasus cessie Bank Bali Joko Tjandra.

Saat ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khsus (JAM-Pidsus) Kejagung, Pinangki belum mengenakan hijab.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id