PPP: Reshuffle Bukan Hal Luar Biasa

    Anggi Tondi Martaon - 29 Juni 2020 11:39 WIB
    PPP: <i>Reshuffle</i> Bukan Hal Luar Biasa
    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani tidak kaget mendengar ancaman reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perombakan kabinet merupakan hal biasa.

    "Kalau melihat pada masa kepresidenan Pak Jokowi yang pertama, reshuffle itu bukan lagi hal yang luar biasa," kata Arsul kepada Medcom.id, Senin, 29 Juni 2020.

    Wakil Ketua MPR itu menyerahkan keputusan reshuffle kabinet ke Presiden Jokowi. Partai politik (parpol) tidak bisa ikut campur dalam perombakan kabinet.

    Campur tangan parpol bisa terjadi bila Presiden Jokowi meminta masukan. Termasuk, meminta nama.

    (Baca: Jokowi Ancam Reshuffle Menteri Tak Serius Urus Covid-19)

    "Jadi buat PPP tidak masalah kalau Presiden bicara dengan parpol-parpol koalisi sebelum reshuffle dilakukan," tutur dia.

    Anggota Komisi III DPR itu menilai kekecewaan atau kemarahan Presiden Jokowi harus menjadi pelecut semangat para menteri. Sehingga, mereka bisa meningkatkan kinerja
    terkait penanganan pandemi covid-19.

    "Covid-19 menyebabkan kelesuan ekonomi luar biasa dan bahkan membawa kita menuju resesi," ujar dia.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id