Ombudsman Didesak Pasang Mata terhadap Perdagangan Orang

    Zaenal Arifin - 14 Februari 2020 18:29 WIB
    Ombudsman Didesak Pasang Mata terhadap Perdagangan Orang
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Ombudsman didesak memasang mata terhadap isu tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Isu ini muncul seiring ramainya pembahasan penjebakan pekerja seks komersial (PSK) oleh anggota DPR Andre Rosiade.

    "Pertama, agar segera dilakukan monitoring dan evaluasi sistematis dan menyeluruh oleh Ombudsman untuk menemukan malaadministrasi atas kinerja segenap pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas TPPO," kata perwakilan Jaringan Peduli Pemberantasan TPPO Yuli Wardani di Gedung Ombudsman, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.

    Kedua, dia menilai Ombudsman harus melayangkan teguran atas nama masyarakat dan kelompok kepada DPR, Partai Gerindra, dan Polri. Hal ini diperlukan agar perspektif yang keliru terhadap perempuan, anak, dan eksploitasi seksual dapat diluruskan.

    "Ketiga, MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) DPR RI, untuk memberikan sanksi berat atas pelanggaran peraturan TPPO yang dilakukan oleh anggota DPR Andre Rosiade," jelas dia.

    Selain itu, pemerintah melalui Gugus Tugas TPPO di bawah ketua harian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) diminta blak-blakan. Mereka harus menjelaskan kepada publik strategi besar pemberantasan TPPO dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

    "Khususnya terkait koreksi atas pandangan yang keliru terhadap fenomena pekerja seksual di Indonesia," jelas dia.

    Jaringan Peduli Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sengaja berdialog dengan Ombudsman RI. Hal ini dilakukan terkait praktik perdagangan orang yang sedang ramai dibicarakan. 

    Ombudsman Didesak Pasang Mata terhadap Perdagangan Orang
    Jaringan Peduli Pemberantasan TPPO berdialog dengan Ombudsman di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin

    Salah satu yang disorot yakni penjebakan PSK di Padang, Sumatra Barat, oleh Andre Rosiade. Aksi politikus Partai Gerindra itu membuat sang PSK ditahan di Mapolres Kota Padang, Minggu, 26 Januari 2020. 

    Andre berdalih upaya tersebut bagian dari strategi pengungkapan kasus yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Padang. Sementara itu, sang PSK keberatan karena sesaat sebelum penangkapan sempat 'melayani' orang suruhan Andre.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id