Daftar RUU yang Ditarik Dari Prolegnas 2020

    Anggi Tondi Martaon - 30 Juni 2020 20:44 WIB
    Daftar RUU yang Ditarik Dari Prolegnas 2020
    Ilustrasi DPR Medcom.id.
    Jakarta: Badan Legislasi (Baleg) mengevaluasi daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020. Sejumlah rancangan undang-undang (RUU) dalam pembahasan bakal ditarik dari Prolegnas 2020 dan dipindahkan ke Prolegnas 2021.

    "Bukan didrop ya, tapi dikomunikasikan untuk dimasukkan Prolegnas tahun berikutnya," kata Wakil Ketua Baleg Willy Aditya saat dihubungi, Selasa, 30 Juni 2020.

    Wakil Ketua Fraksi NasDem di DPR itu menyebutkan, Komisi I hingga XI telah mengusulkan sejumlah RUU yang dipindahkan ke Prolegnas 2021. Komisi I yang membidangi pertahanan dan informasi ini memutuskan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber dicabut dan dipindahkan ke Prolegnas 2021. Sementara itu, RUU Perlindungan Data Pribadi dipertahankan.

    "Karena itu inisiatif pemerintah," kata Willy.

    Kemudian, Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan agraria mengusulkan RUU Pertanahan dicabut dari Prolegnas 2020. Sebab, pembahasan aturan ini menunggu pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja (Ciptaker).

    Komisi III yang membidangi hukum mengusulkan dua RUU digeser ke Prolegnas 2021, yaitu RUU Kejaksaan dan RUU Jabatan Hakim. Sementara itu, RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan menunggu pertimbangan dari pemerintah.

    "Itu kan inisiatif pemerintah. Jadi besok saat raker kita tanya ke pemerintah. Keputusan saat raker," ungkap dia.

    Komisi IV yang membidangi pangan dan lingkungan mengusulkan dua rancangan aturan yang tengah dibahas dicabut dari Prolegnas 2020 dan dipindahkan ke 2021. Yakni RUU Kehutanan dan RUU Perikanan.

    Komisi V yang membidangi transportasi mengusulkan tidak ada RUU yang dicabut dari Prolegnas 2020. Sebab, pembahasan RUU Lalu Lintas dan Angkutan Barang serta RUU Jalan sedang dibahas.

    "Komisi V itu sudah jalan dua-duanya, tapi kemungkinan ya sejauh ini (tidak digeser ke Prolegnas 2021)," ujar dia.

    Komisi VI yang membidangi industri, investasi, dan persaingan usaha mengusulkan RUU Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat digeser ke Prolegnas 2021. Sementara itu, RUU Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap dipertahankan.

    Komisi VII yang membidangi energi dan lingkungan tidak mengajukan pemindahan waktu pembahasan RUU dari Prolegnas 2020. Sebab, RUU Energi Baru Terbarukan serta Regulasi Mineral dan Batu Bara (Minerba) sedang berjalan.

    "Bahkan satu sudah jadi UU, yaitu Minerba," kata Willy.

    Komisi VIII yang membidangi sosial dan agama mengusulkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dicabut dari Prolegnas 2020. Sementara itu, RUU Penanggulangan Bencana dipertahankan.

    "Karena itu (RUU Penanggulangan Bencana) cuma nunggu Surpres-nya (Surat Presiden) saja," ungkap dia.

    Baca: Komisi VIII Usulkan RUU PKS Ditarik Dari Prolegnas Prioritas

    Komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan mengusulkan RUU yang dalam pembahasan dipertahankan dalam Prolegnas 2020. Yakni RUU Obat dan Makanan serta RUU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).

    "Itu (RUU PPHI) mungkin sedang dipertimbangkan untuk dilanjutkan," terang dia.

    Komisi X yang membidangi pendidikan dan kebudayaan itu memutuskan RUU Pramuka dicabut dari Prolegnas 2020 dan dimasukkan pada Prolegnas 2021. Sementara itu, RUU Sistem Keolahragaan Nasional dipertahankan.

    Komisi XI yang membidangi keuangan mengusulkan RUU Perpajakan untuk Penguatan Ekonomi dan RUU Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dicabut dari Prolegnas 2020. Sementara itu, RUU Bea Materai menunggu kesepakatan dari pemerintah.

    "Karena itu inisiatif pemerintah besok kita tanyakan," ujar dia.

    Sementara itu, Willy menyampaikan belum ada RUU yang menjadi usulan Baleg dicabut dari Prolegnas 2020. Keputusan akan ditentukan melalui rapat internal Baleg.

    "Yang baleg belum, nanti kita rapat internal," kata dia.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id