Survei: Jokowi Perlu Merombak Kabinet

    Sri Yanti Nainggolan - 08 Februari 2020 18:46 WIB
    Survei: Jokowi Perlu Merombak Kabinet
    Kabinet Indonesia Maju. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkap 42 persen dari 1.600 ingin Presiden Joko Widodo merombak kabinet menteri. Sebanyak 36 persen responden menganggap tak perlu dan 22 persen tidak menjawab.

    "Kalau betul perlu, kira-kira siapa? Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebesar 36 persen," ujar Direktur Eksekutif Dedi Kurnia dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Posisi kedua adalah Menteri Agama Fachrul Razi. Dedi menyebut survei pergantian menteri ini sesuai dengan jajak pendapat terkait kinerja mereka di kementerian.

    Survei: Jokowi Perlu Merombak Kabinet
    Ilustrasi kabinet Indonesia maju. Foto: Medcom.id
     
    Sebanyak 27 persen responden menilai kinerja Kementerian Agama paling buruk. Sementara Kementerian Hukum dan HAM berada di bawahnya dengan persentase 25 persen.

    Dalam survei ini, 37 persen responden juga menganggap posisi wakil menteri (wamen) diperlukan. Sementara itu, 21 persen merasa tak perlu dan 42 persen abstain.

    "Wamen paling tepat adalah wamen BUMN, Budi Gunadi Sadikin sebesar 29 persen," imbuh dia.

    Survei Evaluasi 100 Hari Jokowi-Maruf tersebut dilakukan pada 10 hingga 31 Januari 2020 dengan mengambil sampel di seluruh wilayah Indonesia. Survei melibatkan 1.600 orang dan  menggunakan teknik wellbeing purposive sampling (WPS) dengan validitas 94-97 persen dan margin of error 4 persen.





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id