Jokowi Pelajari Pengelolaan Ibu Kota Baru dari Australia

    Dhika Kusuma Winata - 10 Februari 2020 03:59 WIB
    Jokowi Pelajari Pengelolaan Ibu Kota Baru dari Australia
    Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro
    Jakarta: Presiden Joko Widodo mengunjungi kawasan Mount Ainslie di Canberra, Australia. Dalam kesempatan itu, Presiden melihat dan mempelajari pembangunan Canberra sebagai ibu kota Australia.

    Jokowi mengaku banyak bertanya kepada Gubernur Jenderal Australia David Hurley soal manajemen ibu kota baru. Jokowi juga bertanya ke Perdana Menteri Australia Scott Morrison, CEO National Capital Authority Sally Barnes. 

    "Kita ingin mendapatkan sebuah bayangan seperti apa sebetulnya Kota Canberra, bagaimana dikelola, kemudian dimulainya seperti apa," kata Jokowi, Minggu, 9 Februari 2020.

    Kota Canberra dibangun pada 1913 dan memiliki penduduk sekitar 400 ribu jiwa. Presiden menilai tata kota Canberra sangat baik. Jokowi ingin meniru pola manajerial maupun tata kota Canberra yang dianggap baik.

    "Saya kira tadi kita lihat gedung-gedung pemerintah tidak ada yang tingginya lebih dari tujuh lantai. Tapi di sisi yang lain, ada juga yang jauh dari area pemerintahan diperbolehkan gedung tinggi-tinggi, di situ sangat bagus," jelasnya.

    Jokowi kembali menegaskan keseriusan pemerintah dalam pemindahan ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota, ujar Jokowi, sudah dihitung matang melalui studi yang dimulai sejak lima tahun lalu dan lomba desain tata kota yang dimulai pada tahun lalu.

    "Sudah kita memutuskan, sekarang tinggal menunggu undang-undang di DPR, kalau sudah ada undang-undang tinggal kita lakukan land clearing, lalu kita lakukan pembangunan infrastruktur dasar. Saya kira itu yang akan kita lakukan," ungkapnya.

    Jokowi Pelajari Pengelolaan Ibu Kota Baru dari Australia
    Desain ibu kota baru di Kalimantan Timur. Dokumentasi Kementerian PUPR

    Kunjungan ke Mount Ainslie itu dilakukan Presiden di sela agenda kunjungan kenegaraan ke Australia. Presiden menyebut bahwa tujuan lain kedatangannya ke Australia adalah untuk menindaklanjuti selesainya ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah disetujui DPR Kamis, 6 Februari 2020.

    "Jadi ini adalah tindak lanjutnya, akan ke arah mana besok baru akan dibicarakan. Yang paling jelas, kita ingin keterbukaan sehingga perdagangan, investasi, pariwisata akan lebih banyak antara kedua negara Indonesia dan Australia. Arahnya ke situ karena ratifikasinya sudah selesai," tandasnya.

    Turut mendampingi Presiden saat meninjau Mount Ainslie antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar Indonesia untuk Australia Yohanes Legowo.



    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id