Pembahasan RUU Ciptaker Terancam Ditunda Akibat Korona

    Anggi Tondi Martaon - 16 Maret 2020 17:55 WIB
    Pembahasan RUU Ciptaker Terancam Ditunda Akibat Korona
    Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Medcom.id/M Rodhi Aulia
    Jakarta: DPR membuka kemungkinan menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker). Nasib pembahasan omnibus law ini masih menunggu kondisi terkini akibat penyebaran virus korona.

    "Kami tidak menutup kemungkinan untuk menunda pembahasan RUU ini apabila diperlukan," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020.

    Dasco mengatakan pembahasan aturan sapu jagat itu melibatkan banyak pihak, bukan hanya DPR dan pemerintah. Sehingga rentan terjadi penularan virus maupun hal yang tak diinginkan lainnya.

    Dasco menjelaskan RUU Ciptaker masih dalam tahap administrasi di Kesekretariatan Jenderal (Kesetjen) DPR. Pimpinan DPR akan menindaklanjuti RUU tersebut setelah masa reses anggota Dewan selesai.

    Pembahasan RUU Ciptaker Terancam Ditunda Akibat Korona
    Ilustrasi/Medcom.id

    Baca: Omnibus Law Dinilai Tepat untuk Menyederhanakan Regulasi

    Pimpinan akan menentukan alat kelengkapan dewan (AKD) yang ditugaskan membahas RUU Ciptaker. Metode pembahasan juga akan ditentukan pimpinan DPR.

    "Apakah pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja dibahas secara tatap muka atau virtual," ujar dia.

    Pemerintah telah menyerahkan draf dan naskah akademik RUU Ciptaker ke pemerintah sejak 12 Februari 2020. Namun, rancangan itu belum ditindaklanjuti karena legislator masih menjalani reses dari 27 Februari 2020-23 Maret 2020.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id