Lima Deputi KSP Dilantik

    Nur Azizah - 22 Juni 2020 12:50 WIB
    Lima Deputi KSP Dilantik
    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melantik lima deputi Kantor Staf Presiden (KSP). DOK KSP
    Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melantik lima deputi Kantor Staf Presiden (KSP) di Gedung Bina Graha Jakarta. Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45/M Tahun 2020 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Kantor Staf Presiden.

    Kelimanya ialah Febry Calvin Tetelepta sebagai Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Abetnego Panca Putra Tarigan sebagai Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, dan Panustan S Sulendrakusuma sebagai Deputi III Kepala Staf Kepresidenan. Kemudian, Juri Ardiantoro sebagai Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan dan Jaleswari Pramodhawardani sebagai Deputi V Kepala Staf Kepresidenan.

    Moeldoko menyebut pemilihan deputi berdasarkan penilaian panjang. Salah satunya, mempertimbangkan kinerja dan prestasi calon.

    “Saya ingin membangun tradisi agar regenerasi dalam KSP menjadi baik, semua punya kesempatan menjadi deputi. Organisasi ini agar berjalan lebih baik, tidak ada penilaian yang subjektif bukan atas dasar suka atau tidak suka,” kata Moeldoko di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

    Moeldoko menyampaikan jabatan deputi di KSP memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam membantu kerja Presiden dan Wakil Presiden. Apalagi, dalam masa pandemi covid-19 yang membutuhkan kerja keras, cepat, dan tepat.

    Moeldoko meyakini para deputi bisa menjalankan tugas dengan baik. Mereka dituntut mampu menjalankan transformasi leader yaitu menjadi role model tim kedeputian yang dipimpinnya.

    "Seorang deputi harus bisa menciptakan iklim kerja kreatif dan inovatif sehingga timnya dapat memberikan masukan out of the box," tutur Moeldoko.  

    Berikut profil lima deputi baru KSP:

    Febry Calvin Tetelepta

    Dilahirkan di Ambon, Maluku pada 14 Februari 1969. Memperoleh gelar sarjana filsafat dari Universitas Kristen Indonesia Ambon, Maluku dan Magister Hukum dari UKI Jakarta. Dia menjadi Tenaga Ahli Utama KSP sejak 2015 membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan. Pada 2015, Febry juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF). Dia memiliki pengalaman sebagai komisaris pada sebuah perseroan milik swasta.

    Abetnego Panca Putra Tarigan

    Dikenal sebagai aktivis LSM bidang lingkungan, Abetnego dipercaya sebagai Deputi II KSP Bidang Pembangunan Manusia. Lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara pada 1 Juni 1976. Abetnego meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Institut Bisnis Nusantara (IBN) Jakarta. Saat ini sedang menyelesaikan studi di Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Jakarta. Abetnego pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Sawit Watch dan Direktur Eksekutif Walhi. Sejak 2016, dia menjadi Tenaga Ahli Utama KSP yang membidangi isu lingkungan.

    Panutan S Sulendrakusuma

    Panutan dikenal sebagai akademisi bidang ekonomi dan pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalbe. Meraih gelar doktor bidang manajemen keuangan dari Universitas Indonesia. Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat pada 17 Oktober 1967 itu meraih dua gelar sarjana strata satu dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran dan Sarjana Hukum dari UI. Gelar magister teknik dan manajemen industri diperoleh dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

    Juri Ardiantoro

    Doktor sosiologi lulusan University of Malaya, Malaysia ini dikenal sebagai pegiat isu tentang pemilihan umum. Pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah pada 6 April 1973 ini pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat pada 2016-2017. Pada 2018, dia dilantik menjadi Tenaga Ahli Utama (TAU) KSP dan sejak 22 Juni 2020 dilantik menjadi Deputi IV KSP Bidang Informasi dan Komunikasi Politik. Juri juga masih menjadi salah satu ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    Jaleswari Pramodhawardani     

    Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini dikenal sebagai pengamat isu militer serta pertahanan dan keamanan. Dia dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur pada 11 Agustus 1964. Jaleswari meraih gelar sarjana strata satu dari FISIP Untag 1945 Jakarta. Sedangkan, gelar S2 diperoleh dari Pusat Studi Kajian Ilmu Wanita UI. Jaleswari menjabat sebagai Deputi V KSP sejak 2016 hingga 2019. Kini dia dilantik kembali menjadi Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id