Kebocoran Data Penduduk Dinilai Tak Perlu Dikhawatirkan

    Candra Yuri Nuralam - 22 Mei 2020 12:59 WIB
    Kebocoran Data Penduduk Dinilai Tak Perlu Dikhawatirkan
    Anggota Komisi II DPR Benny Kabur Harman. Ant/Yudhi Mahatma
    Jakarta: Kebocoran data 2,3 juta penduduk Indonesia dianggap bukan hal berbahaya. Masalah itu dinilai tak perlu dikhawatirkan.

    "Menurut saya data penduduk itu bukan tergolong rahasia yang harus dilindungi negara atau hukum," kata Anggota Komis III DPR Benny Kabur Harman kepada Medcom.id, Jumat, 22 Mei 2020.

    Benny mengatakan undang-undang belum menjamin kemananan data penduduk. Menurut dia, jaminan keamanan hanya perlu diberikan pada data pribadi.

    "Data pribadi baru masuk ranah hukum bila ada pihak ketiga yang menyalahgunakannya untuk kepentingan pihak lain tanpa seizin dan merugikan dirinya," ujar politikus Partai Demokrat itu.

    Menurut dia, data penduduk boleh diakses siapa pun. Tak jadi masalah bila bocor ke publik.

    Benny meminta masalah kebocoran data ini tak diperpanjang. Kecuali, kebocoran terjadi pada data pribadi.

    "Data yang terkait hak-hak privat seperti hak atas kekayaan pribadi, baik berwujud maupun tidak dan hak atas kenyamanan diri pribadi, seperti jenis sakit dan lain-lain, atau hak pribadi yang menurut hukum harus dilindungi untuk kepentingan hukum dan pengadilan," beber Benny.

    Baca:  Data Rahasia 200 Juta Penduduk Indonesia Berpotensi Bocor

    Sebuah akun Twitter spesialis pengawasan dan perlindungan data mengungkap data 2,3 juta penduduk Indonesia bocor di dunia maya. Akun @underthebreach mengungkap seseorang telah membagikan data mentah berisi nama, alat, NIK, dan nomor KK tersebut di sebuah forum.

    "Aktor membocorkan informasi 2,3 juta warga negara Indonesia," tulis akun @underthebreach itu, Kamis malam, 21 Mei 2020.

    Data tersebut dibagikan seseorang dari kelompok tertentu di sebuah forum. Data tersebut diduga milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena kop surat data bertuliskan daftar pemilih tetap untuk Pemilihan Umum 2014.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id