Jumlah Tenaga Kesehatan di Daerah Terpencil Masih Minim

    Sri Yanti Nainggolan - 18 November 2020 15:27 WIB
    Jumlah Tenaga Kesehatan di Daerah Terpencil Masih Minim
    Ilustrasi tenaga medis . Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Dumilah Ayuningtyas menilai kelompok rentan masih mendapat pelayanan kesehatan minimal. Terutama mereka yang berada di daerah terpencil.

    Dumilah mencontohkan kisah ibu hamil, yang masuk dalam kelompok rentan, di Puskesmas Maybrat, Papua Barat. Ibu tersebut meninggal karena terlambat mendapatkan penanganan. Akses menuju fasilitas kesehatan sulit dan jumlah tenaga kerja sedikit.

    "Terbatasnya tenaga kesehatan, di Maybrat hanya satu dokter sementara di Tambora, Jakarta, ada 24 dokter umum," kata Dumilah membandingkan disparitas tenaga kesehatan di kota dan daerah terpencil dalam webinar publik Pra-Festival HAM 2020, Rabu, 18 November 2020.

    Baca: 3 Kerentanan Pekerja Migran Terkait Hak Kesehatan

    Padahal, kata Dumilah, hak atas kesehatan tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 34 Tahun 2016 tentang Kriteria Daerah Kabupaten/Kota Peduli HAM. Pemerintah bertanggung jawab menjamin fasilitas dan kualitas kesehatan bagi seluruh masyarakat.

    Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tak menampik kurangnya sumber daya manusia di daerah terpencil. Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memerlukan perhatian khusus.

    "Ada kendala dengan aspek pelayanan kesehatan, sumber daya manusia. Khususnya di daerah terpencil," ujar Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan Kemenko PMK Jesli Marampa dalam kesempatan yang sama.

    Melihat disparitas tersebut, peneliti Komnas HAM Yeni Rosdianti meminta pemerintah pusat memperkecil kesenjangan pelayanan kesehatan antardaerah. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu ditingkatkan, terutama untuk menambah jumlah tenaga kerja

    "Upaya pemerintah sudah ada tapi perlu dorongan optimal biar bisa dirasakan langsung sama masyarakat," kata Yeni.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id