Era Datakrasi Disebut Bakal Menggerus Keadilan Liberal

    Achmad Zulfikar Fazli - 18 Oktober 2020 00:36 WIB
    Era Datakrasi Disebut Bakal Menggerus Keadilan Liberal
    Ketua Umum Inovator 4.0, Budiman Sudjatmiko. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
    Jakarta: Era demokrasi data atau datakrasi dinilai akan muncul lebih cepat imbas dari pandemi covid-19. Era tersebut akan membuat semua keputusan politik dan kekuasaan berdasarkan data.

    Ketua Umum Inovator 4.0, Budiman Sudjatmiko, mengatakan berbagai aspek kehidupan manusia akan berubah karena teknologi. Dalam segi politik, kecerdasan buatan melalui teknologi big data akan menghasilkan kebijakan politik yang lebih akurat dan presisi.

    Menurut Budiman, para politikus yang bermain-main politik akan ditinggal dan digantikan oleh kecerdasan buatan yang memenuhi harapan dan aspirasi rakyat.

    “Persiapan kalian para pemuda harus dimulai dari sekarang karena masa depan yang menanti kalian merupakan sebuah era keberlimpahan, termasuk era keberlimpahan data. Era ini merupakan era datakrasi,” ujar Budiman dalam Webinar 'Kursus Keadilan Sosial' yang digelar oleh Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Pada akhirnya, kata dia, konsep keadilan liberal tergerus kecanggihan teknologi. Saat ini, terang dia, ekonomi liberal melahirkan keadilan yang liberal. Dia mencontohkan buruh dan pabrik sepatu menyepakati kontrak membuat seribu pasang sepatu untuk sebulan dengan gaji yang disepakati.

    Para buruh mengerjakan sesuai dengan kontrak, dan pabrik membayar gajinya sesuai kontak. Namun, buruh sebagai individu tak bisa berdaulat. Itu merupakan konsep keadilan liberal.

    "Manusia akan tetap menjadi manusia berdaulat apabila memiliki imajinasi. Tanpa imajinasi, manusia hanyalah sekumpulan objek data,” jelas Budiman.

    Baca: Era Big Data, Demokrasi Konvensional Berpotensi Digantikan Datakrasi

    Budiman berharap big data tak hanya dikuasai segelintir orang. Warga biasa diharapkan bisa mengakses dan mendapatkan manfaat sosial dan ekonominya.

    "Saya menyebutnya dengan block chain data atau rangkai data. Di mana server data itu terbagi di semua server di setiap komunitas yang menjadi bagian sebuah konsorsium dan bisa terjadi arisan data," ujar dia.

    Budiman mengajak para generasi muda berimajinasi sesuai relevansi zaman. Dia menawarkan solusi agenda masa depan gerakan mahasiswa milenial, yakni Trisakti ABC. Konsep Trisakti ABC memuat tiga ide penting yang tercakup atas 3A (alami, asasi, abadi), 3B (berdana, berdata, berdaya), dan 3C (cinta, cita, cipta).

    Konsep 3A ialah gerakan yang selaras dengan perlindungan alam, pemerataan akses ekonomi, dan keberlanjutan. Sedangkan, 3B terkait dengan penghasilan masyarakat yang tercukupi, penjaminan hak atas data, dan self improvement. Terakhir, 3C terkait pada kemunculan generasi kaya ide-ide futuristik dan kemampuan menciptakan inovasi yang dipersembahkan kepada masyarakat luas.

    "Dalam 3C, individu berhak mencintai suatu profesi atau menciptakan sesuat sesuai dengan cita-citanya secara merdeka," ujar mantan aktivis 98 itu.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id