Alasan Indonesia Kembangkan Vaksin Merah Putih

    Anggi Tondi Martaon - 20 Oktober 2020 17:44 WIB
    Alasan Indonesia Kembangkan Vaksin Merah Putih
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Indonesia memang mengimpor vaksin virus korona (covid-19) dari negara lain. Namun, pemerintah tetap mendorong pengembangan Vaksin Merah Putih.

    "Kami menerapkan double track (jalur ganda) dalam pengertian bekerja sama dengan pihak luar, dan kedua adalah pengembangan vaksin sendiri," kata Menteri Riset Teknologi (Menristek) dan  Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam Webminar HUT Ke-56 Partai Golkar, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Jalur pertama, kata dia, pemerintah mengimpor vaksin dari negara lain untuk mempercepat penanganan pandemi. Sementara itu, pemerintah juga menempuh jalur kedua dengan pengembangan Vaksin Merah Putih.

    Bambang menyebut Indonesia tidak mungkin bergantung sepenuhnya kepada vaksin impor. Sebab, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta orang lebih.

    Menurut dia, kegunaan dua vaksin dibedakan. Peningkat antibodi covid-19 dari negara lain digunakan bagi tenaga kesehatan (nakes), aparat keamanan, dan kelompok lain yang diprioritaskan.

    Baca: Penggunaan Vaksin Luar Negeri Hanya untuk Kebutuhan Jangka Pendek

    Sementara itu, Vaksin Merah Putih dimanfaatkan untuk jangka menengah dan panjang. Sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap vaksin impor.

    "Kebutuhan kita sangat besar," ujar Bambang.

    Dia menyebut satu orang minimal membutuhkan dua dosis vaksin untuk membentuk antibodi virus korona. Ke depan, dibutuhkan banyak dosis guna melindungi masyarakat dari covid-19.

    Vaksin Merah Putih dikembangkan enam lembaga penelitian dan perguruan tinggi (PT). Keenamnya adalah Lembaga Biomolekular Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Vaksin tersebut sudah memasuki tahap uji klinik sebelum diproduksi massal.

    "Sudah ada beberapa perusahaan yang secara formal dan informal menyampaikan ketertarikan mereka untuk investasi," ujar dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id