comscore

Ketum PBNU: Pola Pikir Agama Sebagai Senjata Politik Harus Diubah

Kautsar Widya Prabowo - 12 Mei 2022 18:28 WIB
Ketum PBNU: Pola Pikir Agama Sebagai Senjata Politik Harus Diubah
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf. Foto: Medcom.id/Andi Apriadi
Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan masih banyak kalangan umat beragama yang memandang hubungan antaragama sebagai kompetisi politik. Sehingga, agama diperalat sebagai senjata politik untuk memperebutkan kekuasaan.

"Pola pikir ini harus diubah karena akan merusak harmoni sosial di antara kelompok agama yang berbeda-beda dan memustahilkan kelompok-kelompok yang berbeda itu hidup berdampingan secara damai," ujar Yahya dalam pidatonya dalam Forum on Common Values among Religious Followers di Riyadh, Arab Saudi, Rabu, 11 Mei 2022.  
Gus Yahya menyebut pada 2021 sempat berpidato dalam International Religious Freedom Summit di Washington, DC, terkait pentingnya mengidentifikasi nilai-nilai yang sudah dipegang bersama antar umat beragama. Selanjutnya, diperlukan membangun strategi bersama untuk mentransformasikan pola pikir umat beragama.

Baca: Formappi Sebut Jumlah Rapat Tertutup di DPR Meningkat

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Rabithah ‘Alam Islami atau Liga Muslim Dunia, Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa menegaskan bahwa tujuan forum itu untuk membangun bersama visi berkeadaban untuk mengkonsolidasikan nilai-nilai moderasi dalam masyarakat. Serta, menangkal ancaman pemikiran ekstrim antar kelompok. 

Selain itu, mengubah konflik yang tercipta di antara agama dan lingkungan budaya yang berbeda, menjadi kesepahaman, kerja sama, dan solidaritas. 

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id