comscore

Presiden Instruksikan Menteri dan Pelaku Usaha Mewaspadai Krisis Pangan

Andhika Prasetyo - 10 Juni 2022 21:14 WIB
Presiden Instruksikan Menteri dan Pelaku Usaha Mewaspadai Krisis Pangan
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan menterinya dan para pelaku usaha untuk mewaspadai krisis pangan yang sudah mulai terjadi di sejumlah negara. Kepala negara menyebut ada sekitar 13 juta orang di dunia yang sudah mulai mengalami bencana kelaparan akibat kekurangan bahan pangan.

"Dari semula hanya tiga negara yang stop ekspor pangan, sekarang sudah menjadi 22 negara. Hati-hati mengenai ini. Kalau kita tidak bisa mandiri urusan pangan, ini bisa menyebabkan bahaya bagi negara kita," ujar Jokowi dalam Perayaan 50 Tahun Hipmi di Jakarta, Jumat, 10 Juni 2022.
Ia menyebut keputusan 22 negara memilih menghentikan ekspor produk makanan mereka demi memenuhi kebutuhan domestik masing-masing. Situasi ini memperbesar ancaman krisis pangan.

Harga beberapa komoditas pangan utama seperti jagung, gandum dan kedelai terus mengalami kenaikan karena stok yang menipis. Pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina menjadi akar permasalahan utamanya.

Jokowi mendorong para pelaku usaha, terutama yang tergabung di Hipmi, untuk mengambil peran. Mereka diminta mulai bergerak lebih banyak di sektor pangan karena ada begitu banyak peluang yang bisa dimanfaatkan.

Jagung menjadi salah satu contoh. Saat ini, kata Jokowi, produksi jagung di Tanah Air masih belum mampu memenuhi kebutuhan.

"Tujuh tahun lalu kita masih impor jagung 3,5 juta ton. Tahun ini saya lihat impor kita sudah di angka 800 ribu ton. Ini turun sangat drastis tapi masih ada pekerjaan rumah untuk memenuhi 800 ribu ton itu. Jadi tanam jagung. Kita masih kekurangan. Pasti untung karena harga jagung baik," jelas mantan wali kota Solo itu.

Baca: Presiden: Penularan Covid-19 Masih Terkendali

Selain itu, ada sorgum yang bisa menjadi alternatif karena kaya akan karbohidrat. Tanaman tersebut bisa menjadi sumber pangan dan pakan di masa mendatang.

"Tanam sorgum di NTT (Nusa Tenggara Timur). Saya sudah mencoba kemarin dan tumbuh sangat baik," tutur Jokowi.

Kemudian, ada porang yang digadang-gadang menjadi sumber pangan masa depan karena gluten free atau bebas protein gluten. Tanaman itu diyakini akan laris seiring dengan kesadaran tinggi masyarakat dunia untuk mengonsumsi makanan sehat.

"Ke depan saya pastikan karena ada problem yang lebih besar lagi yaitu perubahan iklim, pangan akan menjadi persoalan seluruh negara," ujar mantan wali kota Solo itu.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id