comscore

Presidential Threshold 0% Dinilai Akan Timbulkan Masalah Baru

Achmad Zulfikar Fazli - 29 Desember 2021 19:02 WIB
<i>Presidential Threshold</i> 0% Dinilai Akan Timbulkan Masalah Baru
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold) dinilai telah sesuai dengan UUD 1945. Jika ambang batas ditiadakan atau menjadi 0 persen, akan menimbulkan permasalahan baru.

"Jadi kalau presidential threshold itu 0 persen, nanti pada saatnya akan ada kesulitan tersendiri bagi presiden terpilih yang kemungkinan dia dicalonkan oleh parpol yang tidak punya suara, tidak punya kursi di DPR," ujar pakar hukum tata negara, Muhammad Fauzan, saat dihubungi, Rabu, 29 Desember 2021.

 



Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman ini menjelaskan presiden tetap memerlukan dukungan dari Parlemen. Meski masyarakat mencintai calon presiden tertentu, dukungan partai politik (parpol) dengan suara yang cukup di DPR tetap diperlukan.

Dia khawatir kebijakan yang diambil eksekutif ke depan diganggu Parlemen jika dukungan dari parpol kecil. Sebab, Parlemen mempunyai fungsi pengawasan.

"Kalau kita bicara lembaga politik ya idealnya ketika melakukan pengawasan, bagaimana agar kebijakan-kebijakan yang diambil sesuai dengan yang direncanakan," ucap dia.

Fauzan mengusulkan presidential threshold tetap ada. Namun, persentasenya lebih kecil sesuai kesepakatan DPR.

"Mau 20 persen, mau 15 persen, mau 5 persen itu pilihan. Tetapi kalau sampai 0 persen, saya pikir akan ada kesulitan buat presiden terpilih yang kebetulan mungkin diajukan oleh parpol yang tidak punya suara," kata Fauzan.

Baca: Ambang Batas Pencalonan Presiden Dinilai Terlalu Tinggi

Sejumlah pihak kembali menggugat terkait presidential threshold ke Mahkamah Konsitusi (MK). Mereka ingin ambang batas 20 persen menjadi 0 persen menjelang Pemilu 2024. Gugatan itu di antaranya dilakukan eks Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan politikus Partai Gerindra, Ferry Julianto.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id