Populer Nasional: Fadjroel Rahman Diperlakukan Layaknya Buzzer Hingga 16 RW Zona Merah

    Achmad Zulfikar Fazli - 12 Februari 2021 08:11 WIB
    Populer Nasional: Fadjroel Rahman Diperlakukan Layaknya <i>Buzzer</i> Hingga 16 RW Zona Merah
    Juru bicara presiden, Fadjroel Rahman. Medcom.id/Damar Iradat



    Jakarta: Berita seputar buzzer pemerintah masih menjadi yang terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id. Juru bicara presiden, Fadjroel Rahman, merasa diperlakukan layaknya buzzer oleh wartawan senior Karni Ilyas.

    Bahkan, Karni memblok akun Twitter Fadjroel. Hal itu terungkap dalam cuitan Fadjroel pada Kamis, 11 Februari 2021. Dia mengunggah foto tangkapan layar dari halaman akun Karni yang telah terkunci.
     
    "Nah akun Twitter saya masih diblokir Bang @karniilyas, padahal saya bukan buzzer loh hehe. Salam hormat Bang Karni dan @tvOneNews @karniilyasclub," tulis Fadjroel.






    Hal ini cukup mengejutkan. Banyak yang menganggap hubungan antara Fadjroel dan Karni baik-baik saja. Keduanya juga kerap bertatap muka dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipandu Karni Ilyas.
     
    Fadjroel dikenal sebagai salah satu narasumber yang sering diundang dalam program yang sedang dicutipanjangkan tersebut. Cuitan Fadjroel sontak dibanjiri beragam komentar dari warganet.

    Baca: Kocak, Karni Ilyas Perlakukan Fadjroel Rahman Layaknya Buzzer

    Isu lain yang tak kalah menyita perhatian pembaca setia Kanal Nasional Medcom.id, yakni tentang perkembangan penularan covid-19 di Jakarta. Baru-baru ini dilaporkan 16 rukun warga (RW) di 13 kelurahan di Jakarta Pusat masih masuk zona merah penyebaran covid-19.

    Daerah dengan tingkat penularan covid-19 tinggi tersebut memperkuat koordinasi saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Pelaksana harian (plh) Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi berharap dengan adanya koordinasi ini bisa menekan angka laju pertumbuhan covid-19.

    "Minimal mengikis 50 persen dari jumlah zona merah yang ada saat ini," ujar Irwandi usai koordinasi di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis, 11 Februari 2021.
     
    Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan program Kampung Tangguh Jaya yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan mampu mengendalikan kasus covid-19. Hengki menyebut efek program tersebut telah terbukti.

    "Program ini cukup efektif, karena hampir 80 persen penurunan angka kasus covid-19. Seperti di wilayah Sawah Besar, tadinya ada 43 sekarang tinggal 2 kasus," terang Hengki.

    Selain itu, pembaca Medcom.id tertarik dengan keputusan Partai Berkarya yang mencopot mencopot Badaruddin Andi Picunang sebagai sekretaris jenderal. Badaruddin dicopot karena tindakannya yang dianggap memicu polemik di internal partai.

    Pencopotan Badaruddin ini sesuai dengan putusan Mahkamah Partai Nomor 003.MP/Pts-PIP/PBK/l/2021. Posisi Badaruddin digantikan Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsu Djalal.

    Syamsu meminta Badaruddin taat pada konstitusi serta keputusan hukum terkait status dan tindakannya. Apalagi, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) telah menolak permohonan perubahan susunan kepengurusan DPP Partai Berkarya yang diajukan Badaruddin.
     
    "Pada tanggal 9 Februari 2021, Kemenkum HAM sudah mengeluarkan surat dengan nomor AHU.UM.01.01-34 yang berisi penolakan atas permohonan perubahan susunan kepengurusan partai versi Badaruddin Picunang menindaklanjuti laporan RAPIMNAS 1 pada 27 Desember 2020," ujar Syamsu, melalui keterangan tertulis, Kamis, 11 Februari 2021.

    Syamsu mengatakan surat penolakan itu memperjelas pengesahan susunan pengurus DPP Partai Berkarya periode 2020-2025 masih berlaku. Dia menilai Badaruddin gagal mendelegitimasi Mahkamah Partai serta keputusan yang bersifat final dan mengikat.

    Berita-berita soal buzzer pemerintah hingga perkembangan penyebaran covid-19 bakal selalu diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan informasi terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id