Pakar Hukum: Omnibus Law Cegah Korupsi di Birokrasi

    Medcom - 11 Oktober 2020 15:30 WIB
    Pakar Hukum: Omnibus Law Cegah Korupsi di Birokrasi
    Pakar hukum dari Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita.
    Jakarta: Pakar hukum dari Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita menilai Omnibus Law UU Cipta Kerja tidak menyengsarakan rakyat. UU itu justru menghentikan upaya korupsi di birokrasi.

    Romli menyebut UU Ciptaker memangkas perizinan berinvestasi. Dia menjelaskan, selama ini pengusaha kesulitan karena birokrasi yang harus dilalui saat akan membuka usaha. Selain prosedur yang panjang, tiap meja perizinan membuka peluang tindakan korupsi.

    "Kalau birokrasi penuh suap enggak dibasmi, investor apa pun enggak mau. Jokowi keluar negeri buat cari investor juga percuma. Karena meja birokrasi yang Panjang rentan malaadministrasi, korupsi dan suap," kata Romli, Minggu, 11 Oktober 2020.

    Romli menerangkan, banyak yang gusar prosedur yang panjang dipangkas lewat Omnibus Law. Sebab, peluang pejabat maupun birokrat nakal kehilangan ‘lapak’ korupsi.

    Dia menyebut banyak pembangunan terhambat karena ulah segelintir orang yang terjaring operasi tangkap tangan KPK.

    "Sekarang kalau ada proyek pembangunan berjalan, terus pejabat atau birokrat terkait ditangkap, proyeknya berhenti. Padahal nilai investasinya besar, dan proyek itu berhenti cuman gara-gara segelintir orang korupsi," terangnya.

    Romli mengingatkan, pemusatan perizinan tetap harus mendapat pengawasan ketat. Jangan sampai upaya pemusatan perizinan menjadi ladang basah di pemerintah pusat. KPK, Kejaksaan dan Ombudsman harus mencegah hal tersebut terjadi.

    "Ini di pusatnya harus benar, jangan sampai kena korupsi lagi. Ini peran KPK, Kejaksaan dan Ombudsman. Ombudsman harus bisa memberikan masukan ke Presiden Jokowi soal penerapan aturan ini," katanya.

    (FZN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id