Jubir: Wapres Tak Gunakan Buzzer atau Influencer

    Antara - 08 Juli 2021 01:26 WIB
    Jubir: Wapres Tak Gunakan <i>Buzzer</i> atau <i>Influencer</i>
    Wapres Ma'ruf Amin disuntik vaksin covid-19 dosis kedua di Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021. Foto: BPMI Setwapres



    Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dipastikan tidak menggunakan jasa pendengung (buzzer) maupun akun berpengaruh (influencer). Hal ini diungkap terkait hilangnya akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) @bemkmunnes.

    "Insyaallah tidak (pakai buzzer),” kata juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021.

     



    BEM KM Unnes sempat memberikan julukan buruk kepada Presiden Joko Widodo, Wapres, dan Ketua DPR Puan Maharani. Masduki menilai Wapres Ma’ruf, yang juga ulama, tidak terpengaruh dengan penilaian buruk dari orang lain.

    Baca: Dijuluki King of Silent, Begini Respons Ma'ruf Amin

    “Saya bisa menilai siapa beliau. Jadi beliau ini tidak mudah goyah oleh penilaian-penilaian orang. Beliau mengabdi kepada negara dan urusannya itu supaya punya amal saleh yang bisa dirasakan oleh rakyatnya,” ujar dia.

    Terkait dengan julukan the king of silence dari BEM KM Unnes, Wapres tidak terlalu menanggapi serius gelar negatif tersebut. Wapres justru menilai itu sebagai ekspresi kebebasan berpendapat dari kalangan mahasiswa yang harus memiliki sikap kritis.

    “Saya minta izin ke Wapres mau memberikan jawaban. Beliau bilang ‘enggak dijawab juga enggak apa-apa, biar mahasiswa pintar-pintar, enggak ada masalah’,” kata Masduki.

    BEM KM Unnes memberikan gelar negatif kepada Presiden Joko Widodo sebagai the king of lip service. Wapres Ma’ruf Amin dianggap sebagai the king of silence dan Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai the queen of ghosting.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Humas Unnes Muhammad Burhanudin mengatakan pemberian julukan itu aksi internal BEM KM Unnes. Kendati menghargai kebebasan berpendapat, Unnes menyayangkan unggahan bernada kebencian itu.

    “Itu tidak mewakili pernyataan resmi Unnes,” kata Burhanudin.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id