• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 18 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 12.914.488.519

Moeldoko: Pertemuan Kim-Trump Kemajuan untuk Perdamaian

13 Juni 2018 23:07 wib
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura.
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura. (Foto: AFP)

Jakarta: Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un di Singapura diapresiasi Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko. Menurut dia, pertemuan itu merupakan langkah maju untuk menuju perdamaian dunia.

"Bagi sebuah negara, yang perlu kita lihat adalah niatnya," kata Moeldoko, seperti dilansir Antara, Rabu, 13 Juni 2018.

Kedua pemimpin sudah mengeluarkan pernyataan bersama yang berisi empat poin. Salah satunya adalah denuklirisasi atau penghentian program nuklir Korea Utara. 

Pernyataan bersama itu, kata Moeldoko, memang masih sangat umum. Trump dan Kim sepakat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan mereka dengan pembahasan yang lebih teknis, yakni melibatkan Menteri Luar Negeri AS dan pejabat tinggi dari Korut.

Terlepas dari pernyataan yang masih umum itu, Moeldoko melihat pertemuan itu adalah momentum yang sangat bersejarah. "Niat Presiden Kim menghentikan program nuklirnya harus dihargai," kata dia. 

Dalam politik luar negeri, lanjut Moeldoko, niat sebuah negara adalah hal yang sangat perlu diperhitungkan. Misalnya, mengukur niat sebuah negara untuk menginvasi negara lain atau niat untuk menjaga perdamaian. 

"Ketika mau berperang, niat itu yang perlu kita kenali," kata purnawirawan jenderal bintang empat TNI AD itu. 

Diceritakannya, ketika masih aktif menjadi Panglima TNI, ia pernah menghadiri pertemuan di AS. Pada kesempatan itu, ia diminta agar Indonesia turut aktif menjaga keseimbangan keamanan akibat aktivitas pengayaan nuklir di semenanjung Korea.

"Karena harus diakui, pengembangan senjata nuklir Korea Utara ini berimplikasi pada psikologi negara-negara tetangganya," katanya. 

Baca: Rusia Puji Pertemuan Trump dan Kim Jong-un
 
Setelah mengenali niat sebuah negara, sambung Moeldoko, langkah selanjutnya adalah komunikasi. Sebagai contoh, ia menceritakan tentang ketegangan yang pernah terjadi antara Indonesia dengan Malaysia dalam hal perbatasan di Kalimantan. 
"Saya tetap segaris dengan pemerintah, bahwa Malaysia harus membongkar fasilitasnya di perbatasan," kata dia.

Di sisi lain, saat menjadi Panglima TNI, ia juga sempat berdiplomasi dengan militer negara tetangga itu. Diplomasi dikedepankan agar tak terjadi gesekan. Sebelum ada keputusan politik dari negara, menurutnya, tentara tidak boleh bertindak sendirian.

Tantangan teknis

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyatakan masyarakat internasional perlu bersyukur pertemuan Trump-Kim berjalan positif dan memberi suatu harapan bagi perdamaian abadi di semenanjung Korea. 

“Hanya, dunia tidak seharusnya jangan terlalu larut dalam kegembiraan,” kata dia.

Hikmahanto membeberkan masih ada sejumlah langkah yang harus dilakukan agar denuklirisasi Korut terwujud. Presiden Trump pun tidak sepantasnya merasa keluar sebagai pemenang perang usai pertemuan itu. 

"Karena perilaku itu bisa memprovokasi Kim Jong Un, bahkan rakyat Korut untuk bereaksi negatif dan berdampak pada perundingan teknis," katanya.

Menurut dia, yang menjadi tantangan selanjutnya adalah merumuskan kesepakatan yang lebih teknis. Semisal penarikan mundur tentara AS di Korea Selatan atau Jepang seiring dengan program denuklirisasi Korut. 

“Tentu masih banyak lagi isu yang menjadi tantangan bagi tim teknis untuk dapat dirumuskan,” kata Hikmahanto.

Pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 12 Juni 2018, jadi momentum bersejarah. Selanjutnya, Kim Jong Un, sebagaimana diberitakan Antara, mengundang Trump untuk mengunjungi Korea Utara selama KTT bersejarah mereka. Presiden AS itu pun menerimanya.





(UWA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.