comscore

Konflik dengan Yenny Wahid, Cak Imin: Itu Masa Lalu

Yurike Budiman - 26 Juni 2022 02:09 WIB
Konflik dengan Yenny Wahid, Cak Imin: Itu Masa Lalu
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) enggan memperpanjang konflik sindir-menyindir antara dirinya dengan putri kedua Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid. Menurut dia, konflik yang terjadi merupakan persoalan masa lalu.

"Iya itu masa lalu, ya sudah jangan dibahas. Yang penting rebut hati rakyat, rebut suara sebanyak-banyaknya memenangkan pemilu," kata Cak Imin usai acara deklarasi Capres 2024 Perempuan NU, di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Sabtu, 25 Juni 2022.
Cak Imin mengatakan pihaknya lebih baik fokus untuk memenangkan PKB pada pemilu 2024. Dengan tidak menanggapi kritikan Yenny Wahid, Cak Imin berharap ke depannya bisa lebih baik lagi.

"Itu masa lalu semua, enggak perlu dibahas, yang penting ke depan lebih baik," ucap dia.

Baca: Saling Sindir, Elite Politik Diminta Bicara Santun


Sebelumnya, Yenny Wahid, menyindir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Yenny mengimbau politikus yang hasil survei elektabilitas tak terlalu mengangkat, tidak perlu ngotot mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Tak usah terlalu ngotot," ujar Yenny saat berkunjung ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu, 22 Juni 2022.

Sindiran itu dibalas Cak Imin. Dia menyebut Yenny gagal dalam membangun partai. "Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri saja gagal lolos," kata Cak Imin saat dikutip dari akun Twitter @cakimiNOW, Kamis, 23 Juni 2022.

Aksi saling sindir juga terjadi antara PKB dan Partai Amanat Nasional (PAN). Cak Imin menyindir menteri baru yang akting kaget soal harga barang naik.

Sindiran Cak Imin itu merujuk pada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang diangkat menjadi Menteri Perdagangan. Lalu, dibalas oleh PAN yang menyebut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, 'seperti tidak ada'.


(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id