Media Group Dukung Pembahasan Digitalisasi Penyiaran Tuntas 2021

    Fachri Audhia Hafiez - 12 Juli 2020 15:39 WIB
    Media Group Dukung Pembahasan Digitalisasi Penyiaran Tuntas 2021
    CEO Media Group M Mirdal Akib dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Indonesia Tertinggal, Segera Migrasi TV Digital'.
    Jakarta: Media Group sebagai bagian dari pelaku industri media massa berharap revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran bisa dibahas tuntas tahun depan. UU Penyiaran menjadi salah satu dari 16 regulasi yang digeser dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 menjadi 2021.

    CEO Media Group M Mirdal Akib optimistis pengaturan mengenai penyiaran akan segera dibahas tuntas, khususnya mengenai digitalisasi siaran televisi. Terlebih migrasi siaran analog ke digital juga diatur dalam Rancangan UU sapu jagat atau omnibus law cipta kerja.

    "Ada peluang, tetap peluang hidup di omnibus law ini angin segar," kata Mirdal dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Indonesia Tertinggal, Segera Migrasi TV Digital', Minggu, 12 Juli 2020.

    Mirdal mengatakan momentum digitalisasi siaran digital amat penting. Terlebih tahun depan banyak even internasional. Masyarakat nantinya semakin dimudahkan untuk menikmati siaran televisi dengan nyaman.

    "Tahun depan ada Piala Dunia U-20 dan grand prix (GP) Mandalika. Bayangkan kalau semua tertuju ke kita, sementara di sini masih analog. Jadi ini menjadi urgent," ucap Mirdal.

    Baca: RUU Ciptaker Ditargetkan Rampung Agustus 2020

    Anggota Komisi I DPR Willy Aditya memastikan RUU omnibus law akan selesai dalam satu masa sidang lagi. Upaya digitalisasi penyiaran bisa dimanfaatkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai payung hukum.

    Selain itu, aturan tersebut akan mempercepat analog switch off (ASO) di Indonesia. Kemudahan dan keunggulan dalam siaran televisi digital akan bisa dinikmati masyarakat.

    "Kami sedang menyusun di semua fraksi, dalam diskusi ada keinginan sangat mendesak. NasDem melihat ini mendesak. Sebab harus ada reward dan punishment, bagaimana industri yang sudah berinvestasi harus diberi apresiasi," ujar Willy.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id