PDIP Dinilai Salah Paham Prosedur PAW

    M Sholahadhin Azhar - 13 Januari 2020 14:41 WIB
    PDIP Dinilai Salah Paham Prosedur PAW
    Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
    Jakarta: PDI Perjuangan dinilai salah kaprah memahami prosedur Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR. Manajer Riset Formappi, Lucius Karus, menyebut PDIP tak bisa sesuka hati menentukan pengganti Nazaruddin Kiemas, caleg terpilih dari PDIP yang meninggal.

    "Kalau sesuka partai bisa mengganti calon berdasarkan selera sepihak, sama saja menegasikan peran pemilu langsung. Partai menafikan suara pemilih yang telah memilih caleg tertentu," kata Lucius kepada Medcom.id, Senin, 13 Januari 2020.

    Menurut dia, sikap PDIP yang mendorong Harun Masiku menggantikan Nazaruddin menyalahi prosedur. Praktik tersebut juga memancing kejanggalan.

    "Kalau Masiku sejak awal merupakan caleg favorit PDIP, kenapa partai tak ikut bekerja mengampanyekan ke pemilih agar Masiku meraih suara yang memadai untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Nazaruddin Kiemas," kata dia.

    Lucius menilai kejanggalan itu semakin membuka mata publik atas kasus korupsi yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dia juga yakin PDIP paham melanggar Undang-Undang jika tetap memaksa KPU mendiskualifikasi Riezky Aprilia sebagai caleg terpilih menggantikan Nazaruddin, kemudian digantikan Harun Masiku.

    PDIP, terang dia, tak mampu membongkar sikap tegas KPU yang ngotot mengikuti ketentuan terkait penetapan calon pengganti. Berdasarkan aturan perundang-undangan, peraih suara terbanyak kedua otomatis akan menggantikan posisi peraih suara pertama yang berhalangan tetap.

    "Rumusnya sesederhana itu, dan hanya sebuah kepentingan tersembunyi yang masih mau nakal mengutak-atiknya," kata Lucius.

    Menurut dia, penyuapan yang dilakukan ke Wahyu sebagai kompromi terakhir yang bisa ditempuh PDIP meski harus melanggar hukum. "Saya kira penyuapan ini semakin membuktikan bahwa PDIP kehabisan alasan yuridis untuk mempertahankan keinginan mereka menempatkan Masiku di kursi parlemen," kata Lucius.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id