Presiden tak Perlu Ragu Isu Pemakzulan untuk Terbitkan Perppu

    Antara - 07 Oktober 2019 07:22 WIB
    Presiden tak Perlu Ragu Isu Pemakzulan untuk Terbitkan Perppu
    Pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
    Jakarta: Peneliti LIPI Syamsuddin Haris menilai isu tentang penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terhadap revisi UU KPK bisa berdampak pada pemakzulan Presiden Joko Widodo, merupakan pembodohan publik.

    "Ini pembodohan publik, bukan saja salah paham tapi paham yang salah. Pemakzulan itu tidak seperti itu," kata Syamsuddin seperti dilansir dari Antara, Senin, 7 Oktober 2019.

    Syamsuddin menjelaskan pemakzulan menurut konstitusi bisa terjadi jika presiden melakukan pelanggaran hukum yang mencakup pengkhianatan terhadap negara, tindak kriminal, penyuapan atau presiden melakukan perbuatan tercela.

    "Dan yang melakukan penilaian atas semua itu adalah Mahkamah Konstitusi bukan partai politik di dewan, jadi jangan salah tidak tepat Perppu dihubungkan dengan pemakzulan," tutur dia.

    Lebih lanjut Syamsuddin mengatakan Presiden Jokowi seharusnya tidak perlu terganggu oleh isu pemakzulan dalam mengambil keputusan soal penerbitan Perppu KPK.

    Kendati demikian ia menilai UU KPK hasil revisi terdapat cacat prosedural sebab undang-undang itu disusun secara diam-diam, tergesa-gesa serta tanpa partisipasi publik.

    "Bahkan, tanpa melibatkan KPK sebagai pemangku kepentingan utama sebagai lembaga utama yang diatur di dalam undang-undang itu," ujar dia.

    Selain cacat prosedural, dia juga menilai revisi UU KPK cacat secara substansi sebab isinya melemahkan institusi anti-rasuah itu.

    "Saya bahkan mengatakannya sebagai pelumpuhan atas KPK dan ini bertentangan dengan visi Presiden Jokowi yang ingin mengawal KPK dan memberantas korupsi, oleh sebab itu presiden mesti menerbitkan Perppu untuk membatalkannya," pungkas dia.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id