Penaikan Parliamentary Threshold Dituding Bunuh Partai Kecil

    Nur Azizah - 14 Januari 2020 13:25 WIB
    Penaikan <i>Parliamentary Threshold</i> Dituding Bunuh Partai Kecil
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengkritik usulan penaikan ambang batas perlemen (parliamentary threshold) yang dilontarkan PDI Perjuangan. Ambang batas hendak dinaikkan dari 4 persen menjadi 5 persen.

    "Sama dengan membunuh partai kecil. Secara tidak langsung ingin melenyapkan partai menengah ke bawah," kata Badaruddin di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Menurut dia, penaikan ambang batas sama saja tidak menghargai suara rakyat. Pasalnya, ada banyak suara yang terbuang percuma.

    "Harusnya parliamentary threshold (ambang batas parlemen) itu ditiadakan saja atau 0 persen biar partai bisa berkompetisi dengan baik," jelas dia.

    Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru santai dengan isu penaikan ambang batas. Wacana ini demi membentuk sistem kepartaian yang efektif dan efisien.

    "Ini kan perdebatan lama setiap ada isu revisi UU Pemilu (Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017)," kata Politikus PKB Yaqut Cholil Qoumas. 

    Soal persentase yang cocok, Yaqut belum mau bicara. Pasalnya, penaikan ambang batas masih dalam tahap wacana.

    "Soal angka saya pikir masih sangat fleksibel. Bisa 5 persen, tapi bisa saja tetap 4 persen seperti sekarang," pungkas dia.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id