KSP: Pemerintah Berkomitmen Rawat Demokrasi

    Tri Subarkah - 13 Februari 2021 13:51 WIB
    KSP: Pemerintah Berkomitmen Rawat Demokrasi
    Ilustrasi demokrasi di Indonesia. Medcom.id/M Rizal



    Jakarta: Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani menyebut pemerintah berkomitmen kuat dalam merawat demokrasi. Dia menilai penurunan skor indeks demokrasi menjadi 6,30 berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) disebabkan penegakan hukum terhadap aksi intoleran.

    "(Penurunan) itu dipengaruhi oleh aktifnya langkah pemerintah melakukan penegakan hukum terhadap aksi intoleransi yang membahayakan ideologi negara," ujar Jaleswari kepada Media Indonesia melalui keterangan tertulis, Sabtu, 13 Februari 2021.




    Dia menjelaskan respons pemerintah mengambil langkah penegakan hukum terhadap menguatnya intoleransi merupakan identitas negara demokrasi, yakni rule of law. Hal ini harus dipandang sebagai kebutuhan Indonesia memperteguh ideologi Pancasila sebagai pengokoh toleransi.

    Pemerintah juga membutuhkan efektivitas dalam menjalankan roda pemerintahan di tengah pandemi covid-19. Ini dilakukan demi terjaganya stabilitas dan keluar dari berbagai permasalahan yang timbul.

    "Penilaian sepintas, proses tersebut tentu akan memengaruhi penilaian publik tentang demokrasi kita, tapi itu sesungguhnya justru pilihan tepat agar demokrasi tetap hidup dan keluar dari situasi sulit yang dihadapi," terang Jaleswari.

    Baca: Karakter Demokrasi Indonesia Dinilai Belum Substantif

    Terlepas dari angka indeks demokrasi EIU itu, lanjut dia, pemerintah tetap berkomitmen menjaga demokrasi di Indonesia. Sebab, demokrasi yang menyelamatkan negara yang plural.

    Namun, indeks demokrasi yang dikeluarkan EIU tetap akan dijadikan catatan untuk pemerintah melakukan evaluasi dan mengambil kebijakan strategis atas aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Sebab berdasarkan laporan tersebut, Indonesia dikategorikan sebagai flawed democary (demokrasi cacat).

    "Indonesia tengah berjuang menjadi negara demokrasi penuh," ujarnya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id