UKM Mesti Didorong untuk Memperbaiki Perekonomian pada 2021

    Renatha Swasty - 03 Desember 2020 00:26 WIB
    UKM Mesti Didorong untuk Memperbaiki Perekonomian pada 2021
    anggota MPR Dapil Jawa Timur IV, Charles Meikyansah, saat sosialisasi 4 Pilar MPR di Kabupaten Jember. DOK Istimewa
    Jakarta: Momentum kebangkitan bangsa harus segera dimulai pada 2021. Dampak pandemi covid-19 sangat besar menghantam perekonomian nasional sehingga harus segera diperbaiki.

    “Salah satunya melalui penguatan perekonomian masyarakat kecil, melalui penguatan Usaha Mikro dan Kecil (UMK),” kata anggota MPR Dapil Jawa Timur IV, Charles Meikyansah, saat sosialisasi 4 Pilar MPR di Kabupaten Jember, dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 Desember 2020.

    Charles menuturkan peranan UMK yang cukup besar terhadap perekonomian nasional sudah menjadi rahasia umum. Dia mencontohkan pada 2008 ketika resesi ekonomi, Indonesia tidak terlalu dalam terkena imbas resesi ekonomi.

    Dia menuturkan usaha pertanian merupakan salah satu sektor usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Salah satunya, di Kabupaten Jember. Sebagian besar masyarakat Jember banyak menggantungkan hajat hidupnya dari sektor pertanian.

    Politikus NasDem itu mengatakan UUD 1945 ialah dasar bagi seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia. Pasal 33 ayat 4 menyebut perekonomian nasional dilaksanakan berdasarkan demokrasi perekonomian yang harus berkeadilan serta menjaga keseimbangan dan kemajuan perekonomian nasional.

    “Oleh karena itu, kita bisa menarik kesimpulan bahwa UMK harus diberdayakan karena sesuai dengan prinsip keadilan dan kemajuan perekonomian nasional”, ujar Charles.

    Para peserta sosialisasi 4 Pilar sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan itu, termasuk pembangunan sektor pertanian dan pariwisata di Kabupaten Jember.

    Menurunannya kuota pupuk subsudi di berbagai daerah di Kabupaten Jember juga menjadi pembahasan. Petani banyak mengeluhkan biaya produksi pertanian mengingkat.

    “Saya akan memperjuangkan agar kuota pupuk di Jember bisa dipenuhi dengan optimal, apa pun hasilnya saya akan berjuang.” ujar Charles.

    Sektor pertanian di Kabupaten Jember menunjukkan laju pertumbuhan yang terus menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan riil Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarakan lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan.

    Laju pertumbuhan mencapai 3,99 persen pada 2015 dan menurun hanya 0,02 persen pada 2018 dan 1,46 persen pada 2019. Kabupaten Jember membutuhkan akselerasi untuk menumbuhkan sektor pertanian. Salah satunya keberpihakan anggaran kepada petani.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id