Pondasi Penanganan Covid-19 Jokowi-Ma'ruf Dikritik

    Siti Yona Hukmana - 21 Oktober 2020 20:39 WIB
    Pondasi Penanganan Covid-19 Jokowi-Ma'ruf Dikritik
    Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam/Medcom.id/Siti/
    Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengevaluasi satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Salah satu kritik terkait penanganan pandemi virus korona (covid-19).

    "Kami melihatnya tidak memberikan pondasi yang kuat, akhirnya berlarut-larut," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam dalam konferensi pers daring, Rabu, 21 Oktober 2020. 

    Anam menyoroti tata kelola birokrasi dan tata kelola koordinasi lembaga-lembaga pemerintahan dalam penanganan covid-19. Menurut dia penanganan pandemi merupakan tantangan paling besar di tahun pertama kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf. 

    "Tata kelola ini yang di awal memiliki berbagai persoalan, yang menurut kami harus diperbaiki," ujar Anam. 

    Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menambahkan covid-19 telah menimpa masyarakat Indonesia sejak Maret 2020. Banyak dampak akibat pandemi, salah satunya krisis ekonomi.

    Menurut Taufan ekonomi Indonesia sudah minus, meski dibanding negara tetangga, Malaysia angkanya masih terbilang baik. Namun, Taufan mengatakan Indonesia tidak boleh tutup mata atas krisis ekonomi tersebut. 

    Baca: Jokowi-Ma'ruf Belum Menyelesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

    "Karena itu ada pemutusan hubungan kerja (PHK), ada pekerja migran pulang dideportasi dari tempat mereka bekerja. Itu akan menimbulkan persoalan HAM pekerja kita, karena mereka kehilangan pekerjaan, mengalami proses kemiskinan dan lainnya," kata Taufan.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id