Duta Besar Didesak Genjot Investasi

    Damar Iradat - 09 Januari 2020 12:21 WIB
    Duta Besar Didesak Genjot Investasi
    Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta para duta besar (dubes) Indonesia untuk negara sahabat turut meningkatkan investasi dan ekspor. Diplomasi para perwakilan harus fokus pada sektor ekonomi.

    Jokowi mengatakan diplomasi ekonomi sangat dibutuhkan Tanah Air. Untuk itu, para dubes harus bisa menjadi duta investasi dan ekspor bagi Indonesia.

    "Harus tahu investasi di bidang apa yang kita perlukan atau menjadi prioritas," kata Jokowi saat membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Menurut dia, salah satu yang menjadi prioritas yakni bidang-bidang yang berkaitan dengan produk substitusi impor. Investasi di sektor energi juga diperlukan.

    Sampai saat ini, kata dia, Indonesia masih mengimpor minyak dan gas. Para dubes diminta mencari investor yang dapat memproduksi kedua komoditi tersebut.

    "Jangan senang kita impor gas terus atau impor minyak terus," kata Jokowi.

    Para dubes, kata Jokowi, juga harus dapat melihat potensi pasar di setiap negara sahabat. Jokowi ingin barang-barang produksi Indonesia masuk ke luar negeri.

    Duta besar diharap mampu membuka pasar baru, seperti di kawasan Afrika, Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur. Jokowi meyakini wilayah ini bisa menjadi pasar potensial bagi produk Indonesia.

    "Yang banyak itu produk usaha kecil menengah bisa masuk ke sana, kenapa? Untuk urusan kualitas masih belum memiliki standar yang sangat ketat," ujarnya.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku telah menggarap pasar-pasar nontradisional, termasuk Afrika. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, pasar di Afrika sudah menghasilkan transaksi sekitar USD2 miliar (Rp27,72 triliun).
     
    "Produk industri strategis Indonesia saat ini juga sudah memasuki pasar Asia Selatan, Asia Tengah, Afrika, Asia Tenggara dan lain-lain. Dan yang tidak kalah pentingnya, tercatat 285 outbound investment Indonesia di luar negeri yang mencapai nilai USD14,30 miliar (Rp198,27 triliun) dan ini merupakan aset Indonesia yang harus terus dikawal, difasilitasi dan dikembangkan," papar Retno.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id