comscore

LPOI: Waspadai Politik Identitas karena Bisa Memecah Bangsa

Antara - 17 Juni 2022 07:23 WIB
LPOI: Waspadai Politik Identitas karena Bisa Memecah Bangsa
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) H Imam Pituduh. Branda Antara
Jakarta: Politik identitas, terutama praktik politisasi agama, dinilai sebagai bahaya laten yang perlu diwaspadai bersama, terutama menjelang momentum politik. Sebab, politik identitas bisa melahirkan konflik horizontal berkepanjangan.

"Bahaya laten politisasi Agama perlu kita waspadai bersama-sama. Karena politik identitas dan agama yang dipolitisir, adalah formula yang sangat mudah untuk melakukan radikalisasi dan penyesatan masyarakat," kata Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) H Imam Pituduh dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 Juni 2022.
Menurut dia, sikap pembiaran terhadap politisasi agama dan politik identitas justru membuka lebar-lebar bagi berkembangnya permainan semu (shadow game) yang menjajah cara berpikir masyarakat dan seakan-akan adalah hal yang lumrah. Sehingga, praktik yang demikian juga digunakan oknum berkepentingan sebagai komoditas yang menjanjikan.

"Politik yang dibungkus agama selalu menjadi komoditas yang favorit untuk diperdagangkan di masyarakat yang mayoritas religius. Dalil-dalil agama selalu dijadikan justifikasi untuk mengambil langkah-langkah politik bagi mereka yang menjajakan politik identitas dan menggoreng agama sebagai komoditas," ujar dia.

Tidak hanya itu, kata dia, praktik politik identitas kian diperparah pasca perubahan kehidupan sosial masyarakat yang lekat dengan media sosial, serangan dan bombardir isu politisasi agama, serta ideologisasi radikal juga bergerak masif melalui jalur online.

"Para buzzer dan robot kelompok radikal, selalu berusaha bergerak secara masif menguasai jalur digital. Mereka menggunakan neuroscience untuk membidik dan mempengaruhi anak muda dan para pemilih mayoritas, agar dapat dipengaruhi, diinfiltrasi, dan dikendalikan alam bawah sadar dan lifestyle masyarakat," jelas dia.

Baca: Ekspresi Politik Identitas di Ruang Publik Harus Dikelola Secara Bijak

Untuk mewaspadai dan mempersiapkan masyarakat dari maraknya isu politik identitas ke depannya, dia menilai perlu digelolarakan pemahaman isu politisisasi agama dan wawasan kebangsaan agar masyarakat memiliki imunitas, serta daya dobrak melawan segala bentuk ideologisasi radikal dan politisasi agama yang seiring sejalan.

"Masyarakat sebagai garda depan perlawanan harus di perkuat dalam kesatuan komando dan dilapisi dengan imunitas wawasan kebangsaan yang kuat dan dipersenjatai dengan pemahaman keagamaan yang moderat, ramah, damai, dan toleran. Karena perlawanan ini tidak bisa sendiri sendiri," ujar mantan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU) ini.

Dia menambahkan diperlukan juga militansi masyarakat yang solid untuk memfilter isu, opini, dan segala narasi negatif dari kelompok oknum berkepentingan, hingga tidak ada lagi terdengar noice di media sosial soal politisasi agama dan ideologisasi radikal.

"Oleh karenanya, filterisasi isu, opini, berita dan segala narasi perlu dilakukan oleh semua pihak, terutama pemerintah, masyarakat, dan seluruh stakeholder bangsa. Check and recheck, koordinasi, dan tabayun harus selalu dilakukan," kata Imam.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id