• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 17 OKT 2018 - RP 41.348.051.099

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 kpu  

Kemenkum HAM: PKPU Bertentangan dengan UU

M Taufan SP Bustan - 13 Juni 2018 17:23 wib
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) masih menunggu permohonan hasil revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang melarang eks narapidana nyaleg.
 
Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkum HAM Widodo Ekatjahjana mengaku telah selesai melakukan penelaahan terhadap usulan PKPU itu. Hasilnya, ditemukan isi yang bertentangan dengan UU dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Karena ada isi yang bertentangkan, kami usulkan untuk direvisi. Jadi bukan ditolak PKPU-nya tapi diusulkan untuk diperbaiki lagi sehingga tidak melanggar," kata Widodo kepada Media Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018.
 
Menurut Widodo, PKPU Nomor 16 Tahun 2018 yang telah diperiksa secara seksama oleh Kemenkum HAM itu bertentangan dengan beberapa peraturan, seperti UU Pemilu, Putusan MK Nomor 14-17/PUU-V/2-7, Putusan MK Nomor 4/PUU-VII/2009, Putusan MK Nomor 120/PUU-VII/2009, Putusan MK Nomor 79/PUU-X/2012, Putusan MK Nomor 42/PUU-XIII/ 2015, dan Putusan MK Nomor 51/PUU-XIV/2016.
 
"Hasil pengecekan itu kami sudah surati ke KPU. Sekarang tinggal menunggu KPU saja," jelasnya.

Baca: KPU Minta PKPU Tidak Lagi Diperdebatkan

Widodo menyebutkan, isi surat Kemenkum HAM itu memohon kepada KPU untuk melakukan penyalarasan dan harmonisasi lagi dengan cara mengundang kementerian/lembaga terkait. Baik itu, Bawaslu, Kemendagri, DKPP, dan MK.
 
Sebab, Kemenkum HAM tidak punya wewenang untuk mengundang karena bukan sebagai pembuat PKPU.
 
"Nah itu supaya diundang, terus KPU membahas apa-apa saja yang perlu diperbaiki berkaitan dengan kritikan dan masukan Kemenkum HAM," kata Widodo.




(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.