• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

Bawaslu Segera Tindaklanjuti Putusan MA

Faisal Abdalla - 14 September 2018 22:56 wib
Anggota Bawaslu M Afifuddin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Anggota Bawaslu M Afifuddin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan narapidana korupsi maju di pemilihan legislatif atau nyaleg. Anggota Bawaslu M Afifuddin menyebut putusan MA menjadi amat ditunggu dalam polemik larangan eks koruptor nyaleg.

"Intinya karena itu (putusan MA) yang ditunggu-tunggu maka harus ditindaklanjuti putusannya," kata Aifuddin di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018. 

Afif menegaskan, kewajiban menjalankan putusan MA ini merupakan bentuk ketaatan kepada hukum. Afif berharap putusan ini juga bisa mengakhiri perdebatan terkait larangan eks koruptor nyaleg. 

"Kalau kemarin kita butuh fatwa MA atas masalah yang jadi perdebatan, sekarang kalau memang itu sudah keluar ya kita hormati atas nama ketaatan terhadap hukum dan konstitusi, saya kira semua pihak menunggu itu," jelasnya.

Namun, Afif menegaskan Bawaslu belum menerima salinan putusan MA. Bawaslu akan mempelajari dulu putusan MA sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Baca: KPU Segera Pelajari Putusan MA

Eks koruptor boleh mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Kepastian itu didapat usai MA mengabulkan gugatan uji materi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 20 tahun 2018 dan 26 tahun 2018. Butir pasal itu mengatur larangan eks napi korupsi nyaleg.

MA menilai PKPU tidak sesuai dengan UU Pemilu. Kemudian, dua PKPU itu juga dinilai bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 71/PUU-XIV/2016 yang membolehkan mantan narapidana menjadi calon anggota legislatif, sepanjang caleg eks koruptor itu mengumumkan statusnya kepada publik

Gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara 45 P/HUM/2018. Pemohon atas nama Wa Ode Nurhayati, dan dan KPU menjadi pihak termohon. Putusan ini diketok oleh tiga Hakim Agung yakni Irfan Fachrudin, Yodi Martono, Supandi.


(AGA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.