KPU Diminta Perkuat Pertahanan Server

    Candra Yuri Nuralam - 22 Mei 2020 22:18 WIB
    KPU Diminta Perkuat Pertahanan Server
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk memperkuat ketahanan server data. Permintaan ini buntut dugaan kebocoran 2,3 juta data kependudukan Indonesia milik KPU.

    "Tentunya jika data itu semestinya tak bisa diakses oleh publik maka  kebocoran akan dijadikan pertanyaan," kata Wakil Ketua Komisi II Arwani Thomafi kepada Medcom.id, Jumat 22 Mei 2020.

    Penguatan server diminta dilakukan secara cepat. Terlebih, kata dia, Indonesia akan melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

    Baca: KPU Dituntut Bertanggung Jawab Soal Kebocoran Data Penduduk

    "Sebentar lagi pilkada serentak, saya minta KPU segera menelusuri, melakukan investigasi, koordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki itu," ujar Arwani.

    Arwani juga meminta investigasi dilakukan mendetail dengan koordinasi bersama berbagai pihak terkait. Hal ini untuk memastikan tak ada penyalahgunaan data.

    Dia juga meminta KPU mengecek data kependudukan terbaru. Jangan sampai data itu bocor ke publik.

    "Artinya bagaimana dengan posisi servernya KPU itu sendiri, di data-data yang ada dalam jaringan server mereka," tutur Arwani.

    KPU belum melihat adanya bahaya dari kebocoran data 2,3 juta penduduk Indonesia yang viral di dunia maya. KPU masih mendalami hal tersebut.

    "KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi intenal server data dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Komisioner KPU Viryan Azis kepada Medcom.id, Jumat, 22 Mei 2020.

    Viryan mengatakan informasi yang bocor tersebut merupakan meta data pada 15 November 2013. Data itu merupakan bentuk mentahan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, dan  memang menjadi konsumsi publik.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id