Pemerintah Diminta Tak Berkompromi dengan Abu Sayyaf

    Nur Azizah - 11 Desember 2019 11:47 WIB
    Pemerintah Diminta Tak Berkompromi dengan Abu Sayyaf
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah diminta tegas terhadap kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf. Hal ini dilontarkan menyikapi tuntutan tebusan Rp8,3 milliar untuk melepas tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera.

    "Jangan ada kompromi dong," tegas anggota Komisi I DPR Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019.

    Politikus Partai Demokrat itu menyoroti aksi penculikan oleh Abu Sayyaf. Kejadian semacam ini tak sekali-dua kali terjadi. Ia pun meminta pemerintah mencari akar masalah yang membuat Abu Sayyaf bisa terus mengintai WNI.

    "Kalau enggak salah ini yang keempat ya, ya mestinya harus dievaluasi, mungkin di mana celah yang kurang termonitor dan mungkin bentuk kerja samanya juga harus dievaluasi," ungkap dia.

    Tiga WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf pada September 2019 di Perairan Lahad Datu, Malaysia, meminta dibebaskan. Lewat sebuah video, mereka mengharapkan campur tangan Presiden Joko Widodo.

    "Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan 30 juta peso (setara Rp8,1 miliar)," kata para sandera dalam sebuah video, seperti dilansir The Star, Kamis, 21 November 2019.

    Ketiga WNI itu berstatus nelayan Indonesia yang bekerja di Malaysia. Mereka ialah Maharudin Lunani, 48; anaknya Muhammad Farhan, 27; dan anggota kru lainnya, Samiun Maneu, 27. 

    Sementara itu, dikutip dari Daily Express, sumber dari Filipina mengatakan para sandera berada di Barangay Kagay, Indanan, Sulu, pada Selasa, 3 November 2019. Wilayah itu dikendalikan subkelompok Abu Sayyaf pimpinan Sibih Pisih. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id