Lestari Moerdijat Ajak Perempuan Berjuang untuk Bangsa

    Medcom - 22 Desember 2019 11:20 WIB
    Lestari Moerdijat Ajak Perempuan Berjuang untuk Bangsa
    Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan, Peringatan Hari Ibu 22 Desember harus menjadi momentum merenungkan peran perempuan dalam memperjuangkan posisi dan kedudukannya di Indonesia. Perempuan, kata dia, juga bisa ikut berperan membangun bangsa.

    Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menyebut, Peringatan Hari Ibu ke-91 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski demikian, perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara belum selesai. 

    "Peringatan Hari Ibu ke-91 merupakan momentum untuk merenungkan peran perempuan dalam memperjuangkan posisi dan kedudukannya yang menggambarkan semangat nasionalisme perempuan berdaya, Indonesia maju, sesuai tema Hari Ibu tahun ini,” kata Rerie di Jakarta, Minggu, 22 Desember 2019.

    Terlebih, 22 Desember bukan sekadar Peringatan Hari Ibu. Di Indonesia, tanggal 22 Desember juga diperingati sebagai Hari Perempuan Indonesia.

    Peringatan Hari Perempuan Indonesia dan Hari Ibu itu berdasarkan sejarah Kongres Perempuan Indonesia pertama yang digelar di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928. Dalam kongres itu, para perempuan Indonesia menancapkan tonggak perjuangan untuk merdeka dan bersatu, melanjutkan Sumpah Pemuda, mereka berikrar agar perempuan mampu mencapai cita-citanya untuk sederajat dengan kaum pria. 

    Rerie menilai penting mengembalikan nilai-nilai perjuangan perempuan. Peran perempuan tidak sebatas dalam wilayah budaya secara umum dan domestik secara khusus, melainkan keterlibatan aktif dalam ekonomi dan politik.

    Dia mencermati beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dan pembenahan, antara lain hak dalam rumah tangga, pemberantasan buta huruf, serta kesetaraan dalam memperoleh pendidikan. Ia juga mendesak agar segera direalisasikan hak-hak perempuan dalam perkawinan, pelarangan perkawinan anak di bawah umur, perbaikan gizi, dan kesehatan bagi ibu maupun balita. 

    "Juga perlu satu gerakan bersama untuk meniadakan ketimpangan dalam kesejahteraan sosial,” kata Wakil Ketua MPR itu.

    Pada Hari Ibu ini Rerie sekaligus menyampaikan salam dan mengingatkan perempuan di Indonesia. “Perempuan Indonesia jadilah diri sendiri, memberi arti dan berarti. Perempuan yang menjaga bangsa  dan  negara, serta berjuang untuk Indonesia Maju,” tutupnya.





    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id