PLN Diminta Gandeng TNI untuk Amankan Infrastruktur Kelistrikan

    Whisnu Mardiansyah - 10 Agustus 2019 05:00 WIB
    PLN Diminta Gandeng TNI untuk Amankan Infrastruktur Kelistrikan
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/M Irfan
    Jakarta: Insiden pemadaman (blackout) listrik di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten harus menjadi pembelajaran semua pihak. Pasalnya insfratruktur listrik merupakan salah satu objek vital nasional yang mesti dijaga dan dipelihara. 

    Anggota Komisi I DPR Saifullah Tamliha menilai keterlibatan aparat keamanan menjaga objek vital nasional amat penting sebab tidak cukup menjadi tanggung jawab PLN saja dengan keterbatasan personelnya. TNI dinilai bisa dilibatkan untuk menjaga objek vital tersebut.

    Keterlibatan tersebut sesuai dengan Pasal 7 ayat (2) UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI menyebutkan salah satu tugas pokok TNI adalah mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis.

    Dia mengatakan kerjasama TNI untuk mengamankan aset-aset vital milik negara termasuk infrastruktur kelistrikan bukan hal baru. Hal ini termasuk tugas dan peran TNI nonperang. 

    "Kerjasama TNI untuk pengamanan aset-aset vital negara sudah ada sejak TNI dipimpin Pak Moeldoko," kata Tamliha di Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019. 

    Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu melihat pertahanan negara bukan berarti menjaga negara dari serangan asing. Namun juga menjaga objek vital demi kepentingan masyarakat luas. 

    Pertahanan negara menurut dia bisa diartikan secara luas dalam sektor pangan, energi listrik dan hal-hal vital yang harus dilindungi. "Kalau TNI saat ini melakukan kerjasama pengamanan infrastruktur kelistrikan, itu sangat bagus dan positif," ujar dia.

    Hal senada dikatakan anggota Komisi VI Nasim Khan. Nasim memandang manajemen PLN perlu menggandeng TNI-Polri untuk menjaga infrastruktur kelistrikan.

    "TNI-Polri adalah 'backup' pengamanan kita, sebagai ujung tombak. Peran TNI bukan hanya ketika perang saja sehingga wajar untuk diikutsertakan dalam pengamanan infrastruktur kelistrikan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

    Insiden blackout listrik berawal dari gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV Ungaran-Pemalang. Selain itu, terjadi gangguan pada gas turbin 1-6 di Suralaya dan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon.

    Dampak pemadaman antara lain terhentinya operasional moda raya terpadu Jakarta. Sejumlah rangkaian kereta MRT terhenti di tengah jalur.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id