Pasal RKUHP Perlu Dibedah

    Yogi Bayu Aji - 26 September 2019 21:44 WIB
    Pasal RKUHP Perlu Dibedah
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Presiden Joko Widodo diharap membedah pasal-pasal di Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Pasal kontroversial diharap dicabut untuk menenangkan publik. 

    "Kalau sudah didrop tentunya gerakan aksi mahasiswa dengan sendirinya berhenti," kata juru bicara Komite Penggerak Nawacita Dedy Mawardi dalam keterangan pers, Kamis, 26 September 2019.

    Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi itu pun mendukung Presiden menunda pengesahan RKUHP. Aturan itu dianggap hanya membuat warga ketakutan. 

    "Kalau (dirop) masih ada gerakan aksi mahasiswa menuntut berarti ada agenda lain dari gerakan aksi itu," jelas dia.

    Ribuan mahasiswa menggelar aksi menolak RKUHP, Selasa, 24 September 2019. Mereka juga memprotes RUU Perubahan UU Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan karena melonggarkan hukuman bagi koruptor.
     
    DPR menanggapi aspirasi mahasiswa. DPR menunda pengesahan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan. Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebut sikap itu diambil karena mendengar aspirasi masyarakat dan mahasiswa.
     
    Namun, demonstrasi berlangsung hingga jelang sore. Mahasiswa dari beberapa universitas memaksa masuk ke dalam Gedung Parlemen. Kericuhan pecah saat polisi menghalau demonstran menggunakan mobil water cannon dan gas air mata.
     
    Massa sempat melawan dengan melemparkan batu. Para demonstran mundur dan berpencar ke sejumlah titik di sekitar Gedung Parlemen. Menjelang malam, situasi di sekitar Gedung DPR mencekam.
     
    Sekelompok massa membakar pos polisi Palmerah dan pos polisi di Jalan Gerbang Pemuda yang berada tak jauh dari Gedung DPR. Kericuhan antara demonstran dan polisi juga sempat pecah di sekitar jembatan Semanggi.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id