Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Boleh Jadi Screening Ideologi

    Nur Azizah - 06 Mei 2021 03:28 WIB
    Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Boleh Jadi <i>Screening</i> Ideologi
    Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid/Antara/Andika Wahyu



    Jakarta: Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid tak sepakat tes wawasan kebangsaan dijadikan tolok ukur ideologi seseorang. Penyataan ini menanggapi kabar 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lulus tes wawasan kebangsaan.

    “Tes wawasan kebangsaan ini tidak boleh dijadikan dalih untuk menyingkirkan pegawai-pegawai KPK yang dianggap memiliki pandangan politik berbeda dari pemerintah. Itu sama saja mundur ke era pra-reformasi, tepatnya pada 1990,” kata Hamid dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Mei 2021.

     



    Hamid mengatakan mendiskriminasi pekerja karena pemikiran, politik, dan keyakinannya merupakan pelanggaran. Terutama, atas kebebasan berpikir, berhati nurani, beragama, dan berkeyakinan. Ia menyebut hal itu melanggar hak sipil.

    Baca: Nasib 75 Pegawai KPK yang Gagal Tes Dikoordinasikan dengan Kemenpan RB

    “Menurut standar hak asasi manusia (HAM) internasional maupun hukum di Indonesia, pekerja seharusnya dinilai berdasarkan kinerja dan kompetensinya, bukan ideologisnya," ucap dia.

    Pengajar HAM di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera ini menyampaikan screening ideologi yang diduga dilakukan melalui tes wawasan webangsaan ini merupakan langkah mundur dalam penghormatan HAM. Ini sekaligus mengingatkan kembali kepada represi Orde Baru,

    "Saat ada Penelitian Khusus (Litsus) untuk mengucilkan orang-orang yang dianggap terkait dengan Partai Komunis Indonesia," kata dia.

    Sebelumnya, 75 orang pegawai KPK dinyatakan gagal tes wawancara kebangsaan. Tes wawancara kebangsaan salah satu syarat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Tes untuk menjamin pegawai setia dengan Pancasila, NKRI, dan Pemerintahan yang sah. Lalu, tidak terlibat dalam kelompok tertentu yang dilarang pemerintah dan bersih dari paham radikalisme.


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id