KPK Diminta Menggunakan Pola ASN soal SDM

    Ilham wibowo - 14 Februari 2018 17:08 WIB
    KPK Diminta Menggunakan Pola ASN soal SDM
    Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunanjar/MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Ketua Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agun Gunandjar menegaskan Lembaga Antirasuah harus menggunakan pola pegawai negara yang tertuang dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Penerapan itu dibutuhkan dalam mengelola sumber daya manusia di lembaga Antikorupsi.

    KPK juga harus memerhatikan aturan dalam UU Kejaksaan dan UU Kepolisian karena pegawai KPK ada yang berasal dari dua lembaga itu.

    "Berdasarkan praktik dan temuan fakta di lapangan dapat disimpulkan bahwa KPK belum sepenuhnya memberlakukan perundang-undangan terkait aparatur sipil negara, kepolisian, dan kejaksaan," tegas Agun pada rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarrta, Rabu, 14 Februari 2018.

    Baca: Penyerapan Anggaran KPK Disebut Jauh dari Target

    Pansus juga menemukan ketidaksinkronan pengaturan SDM KPK dengan tiga aturan perundang-undangan tersebut.

    Ketidakberesan juga ditemukan dalam penanganan pelanggaran kode etik pegawai KPK, Komite Etik, dan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP). Perlu penanganan optimal terhadap penyidik KPK yang melanggar kode etik dan seperti apa penindakannya.

    "KPK belum dapat menciptakan solidaritas antarpegawai yang satu dengan yang lain, serta menjalin komunikasi yang baik antarpegawai, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan conflict of interest antarpegawai," lanjut Agun.

    Baca: KPK Dianggap Bermanuver Sendiri Menangani Korupsi

    Secara tidak langsung, hal itu memengaruhi kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi. KPK wajib menerapkan manajemen konflik secara tepat di dalam tata kelola SDM agar kinerja pekerja bersinergi dan terintegrasi.

    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id