Menteri LHK Tinjau Kebun Sengon di Pulang Pisau

    Antara - 08 Mei 2019 11:14 WIB
    Menteri LHK Tinjau Kebun Sengon di Pulang Pisau
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kedua kiri) meninjau lokasi Perhutanan Sosial Hutan Wisata Punti Kayu Palembang,Rabu (21/11/2018). ANT/Feny Selly.
    Pulang Pisau: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengunjungi hutan rakyat di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Hutan rakyat itu ditumbuhi tanaman sengon.

    "Kunjungan ini untuk melihat perkembangan hutan rakyat berupa tanaman sengon di Kabupaten Pulang Pisau. Dan saya gembira ternyata semakin banyak masyarakat yang menanam sengon," kata Siti Nurbaya saat diskusi dengan warga di area kebun sengon, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu, 8 Mei 2019.

    Kebun sengon yang dikunjungi Siti merupakan area perkebunan sosial yang ditargetkan menjadi penopang ekonomi rakyat. Pemerintah daerah diminta berani agar program hutan rakyat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    "Untuk di Pulang Pisau ini merupakan contoh perhutanan sosial yang bagus dan baik karena berdampingan langsung dengan industri hulu sampai hilir. Hulunya ada petani sengon sementara hilirnya ada pabrik yang lokasinya juga dekat," kata Siti.    

    Siti senang melihat perkembangan kebun sengon di Pulang Pisau. Petani dan pelaku industri dapat berjalan berdampingan dalam pengelohan tanaman sengon.

    Politikus NasDem itu mengingatkan hutan rakyat tak hanya membuat masyarakat bekerja, tapi juga berpenghasilan. Hal ini membuat kehadiran sentra industri sangat penting.

    Baca: Menteri LHK Serahkan Pengelolaan KHDTK ke Akademisi

    "Namun masih ada hal-hal lain yang harus dipersiapkan seperti para petani membuat kebun bibit sendiri," kata Siti mewakili Presiden Joko Widodo memantau perkembangan hutan rakyat di kabupaten setempat.    

    Siti juga menyampaikan permintaaf maaf Presiden Joko Widodo yang tak bisa hadir di Kabupaten Pulang Pisau. Selain mengunjungi perkebunan, Siti dan rombongan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mengunjungi lokasi Pabrik Sengon Naga Buana.

    Sementara itu, Camat Kahayan Hilir Sugondo menyebut tanaman sengon mulai menarik perhatian masyarakat setempat. Cukup banyak petani karet yang beralih menanam tanaman sengon.

    Faktor harga karet yang cukup rendah jadi salah satu alasan beralihnya para petani. Sedangkan harga tanaman sengon yang dipatok pihak industri dan pemerintah sekitar Rp300.000 hingga Rp800.000 per satu kubik tergantung kualitas.

    "Namun kami juga berharap kementerian bisa meningkatkan sosialisasi dan berbagai pelatihan pembenihan terhadap petani dan jika memungkinkan juga ada bantuan pupuk atau alat semprot," kata Sugondo.
     



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id